Antisipasi Mudik Lebaran, Ini Pesan Satgas Covid hingga Gubernur RK buat Wabup

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengikuti Rapat Ko­ordinasi Pengendalian Trans­portasi pada Masa Idul Fitri 1442 Hijriah di Provinsi Jawa Barat. Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan didampingi perang­kat daerah terkait menerima arahan ketua Satgas Covid-19 Republik Indonesia, menteri perhubungan, dan gubernur Jawa Barat. Rakor dilaksana­kan secara virtual di Ruang Rapat I Sekretariat Daerah, Cibinong, Kamis (29/4).

Ketua Satgas Covid-19 RI Letnan Jenderal TNI Doni Monardo menjelaskan aktivi­tas dalam sosial ekonomi ha­rus tetap berjalan. Mereka yang bepergian dengan dokumen resmi, baik ASN, TNI, Polri, dan juga pegawai BUMN serta swasta dipersilakan. Ma­syarakat juga bisa melengka­pi dokumen untuk bepergian dari kepala desa atau lurah. Semua tetap berjalan dan yang dilarang adalah mudik.

“Aktivitas selain mudik, ma­sih diberikan kesempatan. Maka seluruh petugas di la­pangan diminta mempela­jari aturan ini supaya tidak terjadi gesekan dengan ma­syarakat. Masyarakat juga diharapkan bisa mengetahui ketentuan yang ada,” kata pria yang juga kepala BNPB itu.

Baca Juga  Jalan Nasional Belum Penuhi Standar

Doni mengajak masyarakat menyongsong perayaan Idul Fitri dengan meningkatkan silaturahmi melalui virtual. Seluruh pimpinan di daerah harus bekerja keras untuk bisa memberikan fasilitas komunikasi virtual bagi war­ga masyarakatnya yang se­cara ekonomi mungkin punya keterbatasan. Pihaknya juga mengimbau jaringan provider di daerah untuk meningkatkan kapasitasnya.

“Alhamdulillah tiga kali ter­jadinya libur panjang tahun ini, tidak terjadi kenaikan kasus seperti tahun lalu. Mari sekali lagi kita belajar, setiap hari kita belajar dari apa yang terjadi pada kita semua. Kalau literasi tentang Covid-19 semakin baik, maka bangsa kita akan bisa lebih baik lagi,” ungkap Doni.

Ia pun yakin dengan kerja sama dan kerja keras semua, pengendalian akan jadi lebih baik. Pengalaman tahun lalu, diharapkan tidak terulang pada tahun ini. Ia berharap bangsa Indonesia akan dapat mengendalikan Covid, ma­syarakat tidak terpapar Covid, dan juga tidak terpapar eko­nomi yang sulit.

Baca Juga  Tiket Kereta untuk Mudik Bisa Dipesan Mulai Besok

Sementara itu, Menteri Per­hubungan Budi Karya Su­madi mengapresiasi seluruh peserta rapat koordinasi. Ini satu bukti bahwa koordinasi yang dilakukan sangat efektif. Ia meminta apa yang disam­paikan dipelajari lebih baik dan dijalankan. Tetap tegas, namun juga tidak kaku. Jangan seperti penguasa yang menak­uti rakyatnya.

“Lakukan pengamatan, te­rapkan kepeduilan, buat na­rasi yang baik dalam meny­ampaikan aturan kepada masyarakat dan kelola na­rasi tersebut dengan baik. Semoga apa yang menjadi harapan kita semua dalam menanggulangi Covid-19 ini dapat lebih baik,” tutur Budi Karya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku pi­haknya selalu mengingatkan yang paling rawan dalam ak­tivitas mudik ini adalah para lansia. Para ulama bersepakat ada syariatnya, bersilaturah­mi itu kan mencari kebaikan, mencari kemuliaan.

Baca Juga  Kemenhub Izinkan Mudik Lokal Jabodetabek

“Orang tua itu mulia. Tapi kalau mencari kebaikan dan kemuliaan, orang tua itu kan rentan dengan potensi penu­laran, maka secara syariat yang benar saat ini adalah mence­gah kemudaratan dengan menjauhi potensi penularan, mencari kemuliaannya bisa lewat virtual,” kata RK, sa­paan karibnya.

RK juga menitipkan kepada camat yang hadir, karena desa se-Jawa Barat ada 2.300- an, pastikan meskipun ada bocor, pemudik tiba-tiba sam­pai di kampung halaman untuk dilakukan karantina lima hari dan dipersiapkan sejak sekarang.

“Apakah di SD yang tidak dipakai, atau di mana pun, atau dengan inovasi lainnya juga boleh. Yang penting amati, jangan sampai lengah terhadap potensi kebocoran pemudik yang datang tiba-tiba,” tuntasnya. (*/ryn/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *