Beli Sandal Lebaran Via Online Shop Berakhir di Tahanan

by -

Aksi penodongan pistol yang dilakukan konsumen online shop terhadap kurir, berhasil diungkap Polres Bogor. Kapolres Bogor AKBP Harun mengungkapkan kasus ini diawali adanya laporan dari korban (kurir, red) kepada pihak kepolisian setelah terjadi penodongan.

TIM Satreskrim Polres Bogor pun melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka dengan inisial G (40) di ke­diamannya, Desa Gunung­mulya, Kecamatan Tenjolaya.

”Kami berhasil mengaman­kan tersangka di kediamannya dan mendapati tersangka memiliki dua senjata yang diketahui merupakan airsoft gun,” kata Harun kepada Met­ropolitan.id, Senin (3/5).

Harun pun menjelaskan jenis airsoft gun yang dimi­liki tersangka adalah Colt Defender ’90 dan Glock ’19.

Kedua senjata itu dibeli ter­sangka melalui media sosial Facebook yang ia beli pada 13 Maret lalu. Berdasarkan pengakuan pelaku, senjata itu dibeli hanya untuk men­jaga diri karena berprofesi sebagai tukang ojek.

”Pengakuannya, senjata itu untuk menjaga diri saja, ka­rena tersangka berprofesi sebagai ojek,” jelas Harun.

Modus penodongan itu, ungkap Harun, tersangka ke­sal lantaran sandal pesanan­nya untuk Lebaran dan barang yang dikirimkan selalu ber­beda dengan yang ia inginkan.

Namun, jelas Harun, kesa­lahan itu karena tersangka salah memilih warna sandal di aplikasi online shop-nya.

”Jadi dia pengin warna hitam, tapi memilih di online shop cokelat. Jadi yang dikirim warna cokelat. Nah, karena sudah tiga kali kesalahan ini ia lakukan, ia pun kesal dan menodongkan senjatanya,” beber Harun.

Atas kejadian itu, tersangka dikenakan Pasal 368 KUHP, 335 KUHP, dan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat No­mor 12 Tahun 1951 dengan ancaman kurungan seumur hidup.

Sementara terkait kepemi­likan senjata airsoft gun, Ka­satreskrim Polres Bogor AKP Handreas Adrian mengatakan, memiliki airsoft gun diperlu­kan pelatihan khusus, baik secara teknis maupun psikis.

”Tanpa teknis itu, (tersang­ka, red) merasa bahwa dengan adanya senjata bisa berbuat apa saja. Ketika ada kericuhan atau konflik sedikit akan dengan mudah menodongkan senjata,” jelasnya kepada Met­ropolitan, Senin (3/5).

Handreas mengungkapkan, tersangka berinisial G ini me­mang memiliki hobi senjata api. Untuk meluangkan ho­binya, ia membeli senjata airsoft gun tersebut.

Bahkan, senjata dengan mo­del Glock ’19 dan Colt Defen­der ’90 yang dimiliki tersang­ka sudah pernah digunakan untuk menembak.

”Berdasarkan pengakuannya, senjata itu sudah pernah di­tembakkan ke kaleng-kaleng untuk hobinya dia saja,” kata Handreas.

Meski berpeluru kecil, airsoft gun tergolong berbahaya. Sebab, bisa menyebabkan kebutaan jika terkena mata dan luka serius jika ditembak­kan dalam jarak dekat.

”Kaleng saja bisa tembus. Apalagi kalau ditembakkan ke mata orang secara langsung dalam jarak 15–30 cm, bisa buta juga,” terangnya.

Sebelumnya, beredar video viral yang memperlihatkan seorang pria tengah mem­buka paket berisi sandal yang dikirim kurir salah satu peru­sahaan ekspedisi.

Merasa tidak sesuai dengan yang dipesan, pria itu meno­lak memberi uang kepada kurir senilai Rp40 ribu, se­harga sandal tersebut.

Sebelumnya, pria itu memi­lih pembayaran barang dengan metode bayar di tempat (COD). Aksi itu diketahui terjadi pada Minggu (2/5) sekitar pukul 11:00 WIB.

Sang kurir, Yoga Andrian (25), mengaku saat itu mencoba menjelaskan kepada costumer-nya berinisial G bahwa barang tersebut telah dibuka sehing­ga tidak dapat ditukar kem­bali.

“Tiba-tiba dia ke dalam ru­mah ambil pistol dan dito­dongkan ke saya,” aku Yoga.

Sambil menodongkan pistol, G meminta sang kurir mem­bawa kembali sendal tersebut dan menegaskan tidak mau membayar apa yang sudah dipesannya.

Merasa terancam, Yoga se­gera pergi dan mendatangi Polsek Ciampea untuk mela­porkan kejadian yang menim­panya. (dil/c/rb/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *