Bendungan Ciawi Dan Sukamahi Siap Beroperasi, Ade Yasin Bakal Jadi Avatar

by -

Proses pembangunan waduk Ciawi dan Sukamahi dalam waktu dekat akan selesai. Kedua bendungan ini diperkirakan rampung pada Juli 2021. Dengan begitu, Kabupaten Bogor dapat mengendalikan intensitas air menuju hilir yakni di DKI Jakarta.

MENTERI Koordinator Bi­dang Kemaritiman dan In­vestasi Luhut Binsar Pandjai­tan didampingi Bupati Bogor Ade Yasin meninjau dua lo­kasi pembangunan Bendun­gan Ciawi dan Bendungan Sukamahi. Dengan selesainya pembangunan dua bendun­gan ini, maka tujuan untuk meringankan beban banjir di Jakarta akan bisa direalisasi­kan.

“Kita berharap Juli sudah bisa selesai. Kalau dua ben­dungan ini jadi, maka akan mengurangi 12 persen po­tensi banjir di Jakarta dan meringankan kerja Pak Anies dalam mengurangi banjir di Jakarta,” kata Luhut, Rabu (5/5).

Luhut menjelaskan, dua bendungan tersebut dapat menampung lebih dari 6 juta kubik air. Selain itu, air juga dapat dikontrol sehingga tidak langsung tumpah ke Jakarta. Daya tampung air di Jakarta hanya 2.000 debit air. Sedang­kan ketika banjir ada 3.000 debit air yang masuk ke Ja­karta. Artinya, ada 1.000 debit air yang jadi permasalahan dan harus segera diatasi. “Yang 1.000 ini akan dibagi-bagi. Misalnya sodetan oleh Pak Basuki (Menteri PUPR, red) sudah mau selesai, diharapkan tahun ini selesai,” tuturnya.

Baca Juga  Jangan Sampai Bupati Bogor Marah Besar, Distribusi Bansos Tahap III Harus Beres Desember Ini

Luhut menilai kerja sama antara Pemkab Bogor, Pro­vinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat dalam hal pengendalian banjir mel­alui pembangunan dua ben­dungan ini sudah paten. Se­hingga hal tersebut bisa men­jadi contoh wilayah lain, ke­rena koordinasinya sangat bagus.

“Pekerjaan ini sangat masif, dapat mengurangi banjir di Jakarta. Kita juga akan be­kerja sama dengan Kodam untuk mendisiplinkan masy­arakat, karena manfaat ben­dungan ini sangat baik,” ujar­nya.

Di lokasi yang sama, Bu­pati Bogor, Ade Yasin, men­dukung penuh pembangunan dua bendungan ini. Sebab, lokasinya terletak di hulu dan memiliki sumber air yang mengalir ke Jakarta.

“Kita dukung semua, karena kita berada di hulu dan memang punya sumber air yang men­galir ke Jakarta. Tadi sudah kita lihat dua-duanya bendun­gan kering untuk menahan air. Jadi, di sini bisa menahan se­kitar 20 persen air dan itu besar sekali. Selama itu untuk kebai­kan masyarakat untuk pengen­dalian banjir akan kita dukung,” jelasnya.

Baca Juga  Beredar Juga Nomor Telepon Palsu Mengatasnamakan Bupati Bogor

Sebelumnya, Ade Yasin sem­pat bersitegang dengan Guber­nur Jakarta Anies Baswedan karena dianggap tidak mampu mengendalikan air di hulu hingga menyebabkan Jakarta banjir. Namun dengan selesai­nya dua bendungan ini, Ade Yasin lebih percaya diri jika Kabupaten Bogor dapat mengendalikan air menuju hilir. ”Saya bukan Avatar (tokoh kartun pengendali air, red). Saya tekankan mengendalikan orang lebih mudah dibandingkan air,” ujar Ade Yasin, beberapa wak­tu lalu.

Selain itu, Ade Yasin tak ter­lalu berharap mendapatkan jatah tambahan bantuan pro­vinsi dari DKI Jakarta untuk Pemkab Bogor. Sebab, di si­tuasi pandemi ini, setiap pe­merintah daerah tengah men­galami masalah yang sama, yakni kekurangan anggaran untuk pembangunan wilayah. ”Ya dalam situasi Covid-19 begini sulit juga bicara Ban­prov, karena masing-masing lagi cari dana untuk pembangu­nan. Jadi, selesaikan saja dulu yang ada,” jelasnya.

Baca Juga  14 Kecamatan Belum Terima Bansos Tahap III

Sekadar diketahui, tahun ini Pemkab Bogor mendapatkan Banprov dari DKI Jakarta se­besar Rp28 miliar yang dit­ujukan untuk revitalisasi penataan kali baru. (dil/b/ mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *