Bogor Tutup Pintu untuk Pemudik, Jalan Tikus pun Dijaga Petugas 24 Jam

by -
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dishub Kabupaten Bogor saat Apel Operasi Lodaya 2021 di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (5/5). (Foto: Sandika/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Kabupaten Bogor menutup pintu untuk pemudik dari luar wilayah aglomerasi (Jabodetabek). Ribuan petugas dikerahkan hingga ke jalan-jalan tikus untuk melakukan penjagaan selama 24 jam.

Sedikitnya, ada 1500-an petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dishub Kabupaten Bogor yang dikerahkan untuk menghalau pemudik.

Kabagops Polres Bogor, Kompol Fitra Zuanda mengatakan, untuk mengantisipasi pemudik, telah disiapkan 9 pos penjagaan yang tersebar di perbatasan wilayah.

Selain itu, ada 197 pos pantau yang ditempatkan di jalur-jalur alternatif atau jalan tikus untuk mengantisipasi pemudik yang tetap ngotot ingin pulang ke kampung halamannya.

“Jadi kita akan pantau sampai ke jalur tikus untuk menghalau pemudik,” kata Fitra saat apel Operasi Ketupat Lodaya di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (5/5).

Baca Juga  Sebelum Dicabuli, ABG Bogor Diajak Mabuk Ketiga Pelaku

Fitra pun kembali menegaskan semua jenis kendaraan dari luar wilayah Aglomerasi (Jabodetabek) dilarang masuk ke Bumi Tegar Beriman. Mulai dari bus antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), travel, maupun angkutan umum.

Bahkan, pos penjagaan dan pos pantau akan disiagakan selama 24 jam setiap harinya. Sehingga, para pemudik yang mencoba melakukan perjalanan di malam hari tidak akan bisa masuk ke Kabupaten Bogor.

“Setiap pos itu 1×24 jam dan itu personel standby,” tegasnya.

Penjagaan ini akan mulai dilakukan sesuai dengan aturan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah, yakni Kamis (6/5) hingga Senin (17/5). (dil/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *