City Amankan Tiket ke Final Liga Champions

by -

METROPOLITAN – Pep Guardiola harus menunggu sedekade untuk bisa melaju ke final Liga Champions. Man­chester City menunaikan tugasnya setelah menyingkir­kan Paris Saint-Germain.

Pada pertandingan leg kedua semifinal yang dihelat di Eti­had Stadium, Rabu (5/5) dini hari WIB, City sudah unggul 1-0 di menit ke-10 lewat gol Riyad Mahrez yang mem­buat langkah PSG makin be­rat.

City lantas menambah pen­deritaan PSG di babak kedua usai Mahrez mencetak gol lagi di menit ke-63. Beban PSG bertambah lagi setelah Ang­el Di Maria dikartu merah di menit ke-69.

Hingga pertandingan ber­akhir, skor 2-0 untuk keme­nangan City bertahan sekali­gus memberikan tiket final Liga Champions pertama dalam sejarah klub itu. Penan­tian panjang City pun berakhir, setelah selama ini selalu gagal ke partai final.

Baca Juga  Balas Sakit Hati

Pep Guardiola bisa terse­nyum lebar karena berhasil melaju lagi ke partai puncak kompetisi itu, setelah me­nanti sepuluh tahun lamanya. Guardiola terakhir tampil di final bersama Barcelona saat jadi juara di 2010/2011, men­galahkan Manchester United 3-1.

Setelah itu, Guardiola ter­henti di semifinal empat mu­sim beruntun, mulai 2012 hingga 2015, bersama Barce­lona dan Bayern Munich. Lalu, saat melatih City, pen­capaian terbaiknya adalah lolos ke perempat final tapi selalu kandas di tiga musim terakhir, setelah hanya sampai babak 16 besar di musim per­tamanya.

Dengan torehan dua gelar Liga Champions bersama Barcelona, Guardiola ditantang untuk merebut yang ketiga di City. Bisakah Pep Guardiola melakukannya?

Baca Juga  Enrique Bilang Ini Malam Penuh Bencana Setelah Kalah Dari PSG

”Orang-orang yakin kalau lolos ke final Liga Champions itu mudah. Tapi, sudah se­pantasnya kami melaju ke final setelah penampilan em­pat sampai lima tahun terakhir. Setiap hari para pemain ini tampil konsisten dan luar biasa,” ujar Guardiola.

Sementara itu, Pelatih PSG Mauricio Pochettino menyebut timnya sebenarnya sudah bermain sesuai rencana pada babak pertama. Namun, Po­chettino mengakui kalau City lebih tajam dalam menun­taskan peluang.

”Kami main seperti yang sudah direncanakan. Kami memulai dengan sangat baik, menciptakan peluang, dan mendominasi Manchester City. Itu tidak mudah. Tidak banyak tim bisa mendomi­nasi tim seperti Manchester City,” ujar Pochettino usai pertandingan seperti dilansir situs resmi UEFA.

Baca Juga  Mesut Ozil Anak Emas Wenger

”Kadang dalam sepak bola, Anda butuh keberuntungan dalam beberapa periode. Pada akhirnya, mereka lebih tajam. Mereka mencetak gol dari situasi di mana kami menekan, dengan bola pan­jang,” sambungnya.

Bagi Manchester City, keber­hasilan ini mengakhiri penan­tian mereka untuk menembus final Liga Champions. Setelah kerap mentok di perempat final Liga Champions sejak ditanga­ni Pep Guardiola pada 2016, The Citizens akhirnya tampil di final kompetisi tertinggi an­tarklub Eropa.

”Saya harus memberi selamat kepada Manchester City ka­rena mereka melewati musim yang fantastis. Setelah enam atau tujuh musim, Pep be­kerja dengan baik. Di saat bersamaan, kami bangga ke­pada para pemain dan tim kami,”pungkas Pochettino.

(dtk/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *