Cuma Semalam Saja, Kota Bogor Dilanda Belasan Bencana

by -

METROPOLITAN.id – Kota Bogor diguyur hujan deras sejak Sabtu (8/5) sore hingga Minggu (9/5) dini hari. Alhasil, menyebabkan terjadinya 17 bencana alam, mulai dari longsor hingga banjir lintasan.

Kepala BPBD Kota Bogor Teofilo Patrocinio Freitas, mengatakan bencana ini tersebar di Kecamatan Bogor Utara, Bogor Tengah, Bogor Barat dan Tanahsareal.

Theo mengungkapkan bahwa seluruh bencana ini sudah ditangani oleh tim dari BPBD Kota Bogor.

“Banjir semua udah surut tadi malam. Kalau longsor maupun banjir yang perlu penanganan fisik lebih lanjut akan dilakukan oleh dinas teknis,” katanya kepada Metropolitan.id, Minggu (9/5).

Khusus untuk ambrolnya jalan di Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanahaareal, Theo menilai perlu penanganan khusus dan akan dikoordinasikan dengan dinas-dinas terkait.

Baca Juga  Bantuan 4 Ton Liquid Oksigen Hanya Cukup untuk 2 Hari di 1 RSUD

“Semua akan dikoordinasikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Terpisah, Camat Tanahsareal, Sahib Khan mengatakan longsor yang terjadi di Kayumanis akan diperbaiki dalam waktu dekat ini. Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat agar mencari jalur alternatif lain, karena akses jalan tersebut hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

“Terdapat tiang kabel Internet yang dikhawatirkan roboh juga, jadi kami mengimbau kepada operator agar segera mengecek tiang kabelnya,” tutupnya.

Berdasarkan data yang ada, dari 17 bencana yang terjadi terdiri dari 7 bencana tanah longsor, 5 rumah ambruk dan 4 banjir lintasan.

Melihat kondisi ini, Wakil Ketua II DPRD Dadang Danubrata menyikapinya dengan mengajak seluruh masyarakat agar mulai melakukan penanaman pohon di bantaran sungai.

Baca Juga  Prisia Nasution Ajak Iedil Putra Masuk Laut Saat Kencan Pertama

Menurutnya, dengan menjalankan program menanam pohon, selain memperkuat tanah agar tidak terjadi longsor juga membuat bantaran sungai bisa di naturalisasi.

“Kota Bogor ini wilayahnya sangat rawan bencana. Baik yang di pinggir sungai, kemudian juga di lereng-lereng, harap siaga kalau memang cuaca ekstrem atau ujan cukup deras. Harap hati-hati. Kalau bisa mengungsi dulu. Takutnya tiba-tiba terjadi bencana longsor atau bencana banjir,” ujarnya.

Untuk penanganan pasca terjadi bencana, Dadang mengungkapkan sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp4,5 miliar yang ditempatkan di pos anggaran Biaya Sosial Tidak Terduga (BSTT).

Anggaran tersebut memang disiapkan untuk menangani bencana yang terjadi di Kota Bogor sepanjang tahun 2021 ini.

Baca Juga  Hubungkan Stasiun Bogor-Paledang demi Double Track, Jalan Kapten Muslihat Dibangun Sky Bridge

“Kita dari DPRD sudah mendorong agar pemkot setiap tahun menganggarkan dana BSTT atau bantuan sosial tidak terncana yang bisa digunakan setiap saat untuk membantu masyarakat yang terkena bencana.

Sepert longsor banjir rumah roboh dan lainnya. Jadi dana itu bisa fleksibel digunakan pada saat masyarakat sudah membutuhkan,” pungkasnya.(dil/b/ryn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.