Di-PHK Saat Hamil, Saya Stres Jadi Ibu (2)

by -

Di-PHK Saat Hamil, Saya Stres Jadi Ibu (2)

Puncaknya terjadi ketika di suatu pagi saya kelaparan dan belum sempat makan karena urus bayi.Ibu saya, yang saya anggap bisa membantu, malah pergi banting pintu bilang, ”Urus sendiri, jangan ngerepotin orang.” Saya bangunin suami yang masih tidur.

Dia malah marah. Dia bilang saya nggak bersyukur punya anak. Saya nangis kayak orang gila. Saya teng­kurap di lantai, sesunggukan kayak perempuan nggak waras. Nangis dengan suara kencang sejadi-jadinya.

Padahal sebelum menikah, saya termasuk bintang kelas di kampus. Sebelum lulus pun saya udah masuk perusahaan ternama. Jelang menikah, karier saya sedang di puncak. Saya sering pergi ke berbagai kota untuk keperluan pekerjaan dan akhirnya setuju untuk meni­kah.

Baca Juga  Di-PHK Saat Hamil, Saya Stres Jadi Ibu (3)

Tapi, semua itu berubah di saat kehamilan saya masuk bulan kedua. Perusahaan memutuskan tidak menerus­kan kontrak saya dengan alasan kehamilan.

bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *