Digoyang Kabar Nyunat Duit Bansos, Lurah Ciluar Bilang Begini

by -
Dok. Kelurahan Ciluar

METROPOLITAN.id – Belakangan warga Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor dibuat heboh dengan adanya kabar dugaan pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bantuan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Beberapa warga penerima bantuan merasa kecewa lantaran merasa mendapat pemotongan dari pengurus lingkungan, dengan angka bervariasi mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

Saat dikonfirmasi, Lurah Ciluar Denny Ardiansyah mengatakan bahwa pihaknya sudah mewanti-wanti pengurus warga di wilayah jangan sampai ada pungutan. Jika ada, ia sudah menegaskan bahwa segera laporkan ke kelurahan.

Sejak kabar bergulir, Denny mengaku sudah melakukan koordinasi secara internal dan memanggil warga terkait untuk memastikan kejadian yang sebenarnya, pada Sabtu (22/5). Baik terkait BST maupun bantuan UMKM.

“Yang dugaan pemotongan BST itu sudah kami lakukan pemanggilan aparat wilayah serta warga. Dihadiri juga dari Intel Polresta Bogor Kota, Saber Pungli. Maksudnya agar terbuka dan nggak kita tutupi, kita undang semua,” katanya saat disambangi Metropolitan.id, Senin (24/5).

Baca Juga  Warning! Hujan Petir Siang Ini Terjadi di Kota Bogor

“Intinya dari aparat wilayah, dalam hal ini RT RW juga, sudah membuat surat pernyataan bahwa tidak ada itu. Tidak ada yang memungut atau meminta,” tegas Denny.

Sedangkan dugaan potongan bantuan UMKM, pihaknya sudah melakukan koordinasi internal, mulai dari aparat wilayah hingga dihadiri camat Bogor Utara, Senin (24/5) pagi.

Hasilnya, aparat wilayah mengaku tidak ada yang meminta pungutan. Hal itu akan ditindaklanjut dengan turun ke lapangan untuk menemui langsung warga yang merasa jadi korban. Sebab dirinya tidak ingin memastikan dari kedua belah pihak.

“Kita akan cek ke lapangan orang-orang bersangkutan. Karena katanya nyangkut ke kelurahan itu potongan bantuannya. Nah hasil investigasi itu akan kami laporkan ke pimpinan. Tadi (24/5) juga kan dihadiri pimpinan pak camat. Intinya pengurusa menampik. Nggak ada (potongan). Tapi kita akan kroscek, kalau memang ada ya silahkan laporkan,” ujarnya.

Sebelumnya, BST yang diterima warga RW 4 Kampung Tarikolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara diduga mendapat pemotongan oleh oknum pengurus lingkungan.

Baca Juga  Buntut Kasus Prostitusi Online, Dewan Minta Apartemen Bogor Valley Disanksi Cabut Izin

Bantuan sebesar Rp600 ribu untuk bantuan dua bulan rupanya mendapat pemotongan sebesar Rp50 ribu.

Sejumlah warga penerima pun melayangkan protes dengan membuat surat pernyataan terkait pemotongan bansos tersebut.

Salah satunya Hayat (58). Menurut Warga Kampung Tarikolot, Ciluar, Kecamatan Bogor Utara itu, pemotongan bansos di wilayahnya terjadi sejak pandemi berlangsung.

Ia bersama warga lain pun mengaku tidak ikhlas jika bantuan dari pemerintah pusat ini ini potong oleh oknum pengurus lingkungan.

“Kita pengennya nggak ada pemotongan. Kalau bicara ikhlas, tentu tidak ikhlas,” katanya, Kamis (21/5).

Selain itu, warga juga mengeluhkan pemotongan bantuan UMKM yang juga diduga dilakukan pengurus lingkungan tersebut hingga Rp200 ribu.

“Jadi sebelum dapat bantuan sempat rapat dulu. Setelah dapat bantuan tersebut saya anterin. Kata Pak RW itu, katanya ibu-ibu bapak-bapak ini kan katanya dana dari pemerintah, cuma yang Rp200-nya buat di RW sama di lurah,” kata Ombah warga RT 1.

Baca Juga  Okupansi Ruang Perawatan Pasien Covid-19 Capai 80 Persen, Kota Bogor Siap-Siap Balik ke PSBB

Hal yang sama juga dialami Diarti (65). Saat uang UMKM itu dapat, dirinya langsung menghantarkan uang tersebut ke pengurus lingkungan.

“Saat itu mereka bilang Rp100 ribu buat RT-RW Rp100 ribu lagi buat keluraha, katanya minta rida-nya ke semua. Oh silakan saja, saya mah ikut gitu,” ujarnya.

Hal itu pun sempat mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. Menurut orang nomor dua se-Kota Bogor itu, jika ada masyarakat yang dirugikan karena mendapat potongan bantuan sosial (bansos) yang merupakan haknya, jangan segan-segan untuk melaporkan hal itu kepada pihak yang berwajib.

Dedie Rachim juga mengaku heran jika memang betul masih terjadi pemotongan duit bantuan untuk warga. Sebab hal itu betul-betul tidak diperbolehkan dan warga penerima harus mendapatkan jatah bantuan sesuai yang ditetapkan.

“Nggak boleh potong-potong bansos. Masih saja berani main-main. Warga bikin laporan ke Polresta saja,” kata Dedie Rachim. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *