Indocement Catat Penjualan Semen dan Klinker Capai 4,1 Juta Ton

by -

METROPOLITAN – Direktur dan Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Antonius Marcos, meny­ampaikan capaian penjualan semen dan klinker Kuartal I perusahaannya tahun 2021. Pada waktu tersebut, pihaknya berhasil melakukan penjualan domestik semen dan klinker sebesar 4,1 juta ton.

”Volume penjualan domestik ini meningkat 147 ribu ton atau sebesar 3,7 persen dari kuartal tahun lalu,” katanya kepada Metropolitan.

Sementara itu, untuk volume domestik produsen semen, tercatat di angka 3,9 juta ton, lebih tinggi sebesar 51 ribu ton atau meningkat sekitar 1,3 per­sen. Begitu juga dengan per­mintaan pasar domestik na­sional yang meningkat sekitar 2,2 persen. Sehingga pangsa pasar Perseroan terkoreksi -20bps menjadi 25,9 persen di Kuartal I 2021 dibandingkan periode tahun lalu sebesar 26,1 persen.

Tak hanya itu, volume pen­jualan Perseroan di luar Pulau Jawa pun bertumbuh sekitar 11,3 persen dari Kuartal I tahun lalu, yang juga berdampak pada pangsa pasar yang me­ningkat +100 bps dari 15,1 persen menjadi 16,1 persen.

Baca Juga  Ganja Aceh 2,8 Ton Dihanguskan Mesin Indocement

”Peningkatan ini didukung oleh telah beroperasinya Pabrik Tarjun dengan normal diban­dingkan tahun lalu, dan juga operasi dua terminal kami di Pulau Sumatera(Lampung dan Palembang) yang optimal se­hingga dapat meningkatan pangsa pasar +120bps dari 12,0 persen menjadi 13,2 persen di Sumatera,” jelas Marcos.

Peningkatan juga terjadi di Terminal Terapung di Konawe, Sulawesi Tenggara yang dapat memastikan pasokan semen yang lancar untuk proyek smel­ter. Sehingga secara keseluru­han pangsa pasar Indocement di pulau Sulawesi tumbuh +180bps dari 6,4 persen men­jadi 8,2 persen. Pada saat yang bersamaan juga terjadi penu­runan pangsa pasar di pulau Jawa yang menyebabkan kor­eksi sebesar -100bps dari 35,4 persen menjadi 34,4 persen yang disebabkan oleh pening­katan pangsa pasar beberapa pemain non-emiten.

Baca Juga  Indocement Diganjar Penghargaan SRN PPI

Lalu untuk pendapatan Neto Perusahaan meningkat +2,2 persen menjadi Rp3.438,0 mi­liar dibandingkan Kuartal 1 tahun lalu sebesar Rp3.362,8 miliar sebagai dampak dari kombinasi volume penjualan yang lebih tinggi walau harga jual flat dan cenderung lebih rendah, dan juga adanya pe­ningkatan volume ekspor se­besar +344.7 persen yang se­bagian besar produknya adalah klinker produk setengah jadi semen.

Lalu beban Pokok Pendapa­tan pada Kuartal 1 2021 me­ningkat 1,7 persen dari Rp2.298,3 miliar menjadi Rp2.338,5 miliar yang dise­babkan oleh peningkatan pada volume penjualan diimbangi dengan biaya Beban Pokok per ton yang lebih ren­dah sebagai dampak dari pe­ningkatan efisiensi yang ber­kelanjutan termasuk pening­katan penggunaan bahan bakar alternatif dan batu bara berkalori rendah dari periode tahun lalu meskipun ada pe­ningkatan pada harga jual batubara beberapa bulan ini.

Baca Juga  PT Indocement Latih Warga Buat Lubang Biopori via Daring

Hasilnya, Marjin Laba Bruto meningkat +0,3 persen men­jadi 32,0 persen pada Kuartal I 2021 dibandingkan periode tahun lalu sebesar 31,7 perswn. Marjin EBITDA mengalami sedikit penurunan yaitu -0,1 persen dari 21,4 persen men­jadi 21,3 persen dan Marjin Laba Usaha cenderung stabil di kisaran 11,5 persen.

Marcos menyebut, perusa­haan mencatat Pendapatan Keuangan-Neto yang lebih rendah sebesar -43,6 persen dari Rp67,7 miliar pada Kuar­tal I tahun 2020 menjadi Rp38,2 miliar pada tahun ini yang disebabkan penurunan suku bunga yang berlanjut sejak 2020. (yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *