Ini Harapan Pedagang Setelah Pasar TU Dikelola Pemkot Bogor

by -
HARAPAN : Para pedagang di Pasar TU Kemang berharap Pemkot Bogor menata kondisi pasar lebih baik. (Fadil/Metropolitan.id)

METROPOLITAN.id – Sejumlah pedagang Pasar Teknik Umum (Pasar Induk Kemang) menyampaikan harapannya menyusul pasar yang berlokasi di Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanahsareal itu sudah resmi dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Seperti diungkapkan pedagang rempah-rempah, Nanda (30). Menurutnya, para pedagang sudah memimpikan kondisi pasar yang laik.

“Kalau kita pengen tuh pasar bersih. Ga kaya sekarang. Sudah kita usulkan dari lama-lama buat diperbaikin tapi ga ada perbaikan sampai saat ini,” katanya.

Untuk itu, lelaki yang sudah berjualan selama 7 tahun di Pasar TU itu berharap, dengan Pasar TU sudah dikelola Pemkot Bogor, kondisi pasar bisa lebih laik dari saat ini. “Semoga bisa lebih rapih. Jadi ga janji-janji aja. Tapi kalau soal biaya kita tidak tahu berubah atau tidak,” harap dia.

Sementara itu, Ending (45) pedagang bawang mengaku sudah mendengar wacana pengambil alihan Pasar TU oleh Pemkot Bogor sejak tahun lalu. Namun, realisasinya baru terlaksana pada saat ini.

“Dari tahun lalu udah ada Surat Edarannya. Tapi baru sekarang terlaksana. Paling tidak enak lah kalau dikelola pemerintah ga banyak pungutan. Iuran paling bayar kebersihan,” katanya.

Baca Juga  Waspada, Wabah Chikungunya di Pamijahan Bisa Meluas

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi mengambil alih pengelolaan Pasar Teknik Umum (Pasar Induk Kemang) per Senin (17/5). Pengelolaan yang sebelumnya dikelola PT Galvindo Ampuh nantinya akan dilakukan BUMD Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor.

Pengambil alihan pengelolaan Pasar TU sendiri dilakukan secara simbolik dengan menggelar apel gabungan di lokasi pasar. Turut hadir sejumlah aparat keamanan dari TNI Polri yang dilibatkan dalam pengambil alihan operasional pasar ini.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pengambil alihan pengelolaan Pasar TU dilakukan karena sudah menjadi kewajiban Pemkot Bogor untuk melaksanakan tugasnya, yakni melakukan operasional untuk pasar rakyat yang secara aturan berada di bawah kendali pemerintah daerah.

“Hari ini sesuai dengan langkah yang sudah kita ambil dengan proses mulai dari pembentukan tim pengambil alihan operasional, maka perhari ini kita melaksanakan pengambil alihan pasar TU Kemang setelah tertunda 14 tahun,” kata Dedie di lokasi, Senin (17/5).

Kelanjutannya, sambung Dedie, tentu secara normatif pihak PT Galvindo harus mau berkomunikasi secara intens dengan Pemkot Bogor. Karena mau tidak mau yang dilakukan ini bersinggungan satu dengan yang lain.

Baca Juga  K3SD Bogteng Siap Laksanakan O2SN

“Nah kita ingin melihat niat baik dari pihak Galvindo untuk melaksanakan langkah-langkah bersama untuk menuju perbaikan Pasar TU Kemang ini, itu yang paling pokok dan penting kita laksanakan hari ini,” ucapnya.

Kalau syarat yang harus dipenuhi lainnya, dilanjutkan Dedie, yang pasti pihaknya ingin melaksanakan operasionalisasi pasar yang properlah dari berbagai segi. Karena, lihat saja lingkungan Pasar TU saat ini tidak tertata, jalanan bolong, becek, saluran air tersumbat serta sampah menumpuk.

“Hal-hal ini tidak sehat makanya pemerintah perlu ikut campur menangani pengelolaan pasar saat ini,” imbuh Dedie.

Disinggung kenapa baru sekarang diambil alih, Dedie menuturkan, ada beberapa hal yang pihaknya perhitungkan. Di mana salah satunya Pemkot Bogor menunggu niat baik dari PT Galvindo. “Tetapi kalau kelamaan kita juga punya pertimbangan-pertimbangan lain. Saya pikir saat ini tepat untuk memgambil alih operasional Pasar TU,” tuturnya.

“(Kalau melibatkan aparat keamanan) Forkompimda itu kan terdiri dari beberapa unsur seperti TNI, Polri, OPD termasuk DPRD, karena ini sudah tercatat di neraca aset Pemkot Bogor maka semua pihak yang ada kaitannya di Kota Bogor ikut terlibat,” cetusnya.

Baca Juga  Ditarget Rampung Desember 2021, Proyek Perpustakaan Daerah Kota Bogor di eks Gedung DPRD Mulai Digarap

“Kita sudah bentuk tim, ketuanya saya di bawahnya ada para pimpinan OPD, TNI, Polri dan PD Pasar,” lanjut dia.

Ditambahkan Dedie, untuk revitalisasi Pasar TU perlu dibahas lebih lanjut. Namun, yang pasti kalau sudah dibawah kendali pemerintah tentunya persoalan seperti sampah akan di manage dengan baik ke depannya. “Termasuk saluran air yang selama ini tersumbat kita perbaiki. Parkir yang semrawut kita tata. Beberapa bisa dimaksimalkan,” bebernya.

“Nantinya ada nilai retribusi, ada pengelolaannya, nanti kita hitung. Tapi yang paling penting pengendalian inflasi daerah Pasar Induk Kemang ini menjadi salah satu pusat penjualan bawang, cabe, itu yang berkaitan langsung dengan inflasi daerah jadi kalau pemerintah tidak ikut disini gimana mau mengendalikan inflasi daerah,” imbuhnya.

“Makanya salah satu hal yang krusial yang kita ambil dalam kontek pemgambil alihan operasional juga ada kaitan dengan pengendalian inflasi di daerah,” tandasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.