Jelang Hari Jadi Bogor 539, Bima Arya : Perayaan Sederhana Saja, Perbanyak Panjatkan Doa

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya. (IST)

METROPOLITAN.id – Menjelang Hari Jadi Bogor ke-539 pada 3 Juni mendatang, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku tahun ini bakal tidak jauh berbeda dengan perayaan tahun lalu. Di mana masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Ia mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan perayaan secara sederhana dengan kegiatan terbatas dan sebagian besar secara virtual.

“HJB tahun ini kita lakukan sederhana, banyak berdoa, memanjatkan doa. Jadi berkumpul bersama ulama hingga budayawan, berkumpul bersama akan memanjatkan doa. Fokusnya kesitu,” kata Bima Arya kepada awak media, Kamis (27/5).

Ia menambahkan, acara seremonial akan tetap dilakukan pada sidang Paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Baca Juga  Imbas BTS Meal, Kerumunan Gerai McDonald's di Kota Bogor Ditengarai Langgar Perda Tibum

“Seremonial biasa aja di paripurna DPRD. Setelah itu doa bersama,” imbuhnya.

Menurutnya, sebagian besar kegiatan perayaan dilakukan secara terbatas dan virtual. Terpenting, memberikan semangat dan motivasi untuk keluar dari pandemi Covid-19.

“Kalaupun ada kegiatan terbatas, dan sebagian dilakukan secara virtual,” ujarnya.

Bima Arya berharap warga Bogor bersama-sama berdoa agar segera melewati situasi ini.

“HJB diadakan dalam suasana penuh dengan cobaan, ujian, dan keprihatinan. Kalau selama ini modal sosial diarahkan untuk pembangunan, perubahan, sekarang diarahkan untuk bangkit membantu saudara kita,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merilis logo untuk Hari Jadi Bogor (HJB) 539, pada peringatan 3 Juni tahun ini.

Jika tahun lalu mengusung tema Sahitya Raksa Baraya, tahun ini mengusung tema Jagratara Waluya, yang diambil dari bahasa sansakerta.

Baca Juga  21 Dentuman Meriam Sambut Sultan Brunei

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor Rahmat Hidayat menjelaskan, Jagratara mengandung makna selalu waspada. Sedangkan Waluya berarti mengandung makna sehat.

Sehingga Jagratara Waluya dimaknai sebagai Kota Bogor bersama warganya harus selalu waspada pada kemungkinan terburuk supaya terjaga keselamatan bangsa.

Kota Bogor selalu waspada terhadap situasi dan kondisi agar terjaga keselamatan bersama.

Sedangkan untuk logo, makna gambar gunung dan gedung pada angka 5 menumkukan ikon kota Bogor yang terletak di bawah kaki Gunung Salak dan terus berkembang sesuai kondisi kekinian.

Lalu, kata dia, makna gambar daun dan Istana Bogor pada angka 3 menggambarkan simbol kota yang hijau dan alami serta menjadi bagian penting dari sejarah bangsa.

Baca Juga  Jabar Minta Pemkot Bogor Perbaiki Rencana Biaya Hotel Buat Isolasi OTG

“Makna gambar Kujang dan latar belakang batik pada angka 9 sebagai simbol kota Bogor merupakan kota pusaka yang melestarikan kebudayaan nusantara,” papar mantan camat Bogor Utara itu.

Terakhir, makna warna biru melambangkan ketenangan mencerminkan Bogor sebagai kota tempat orang-orang datang untuk menikmati ketenangan. Serta hijau dan dedaunan melambangkan kota Bogor yang identik dengan kesegaran dan pepohonan.

Kemudian, warga oranye dan merah melambangkan kreatifitas, bahwa warga Kota bogor terus berinovasi dan berkreasi. (ryn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *