Jubir Satgas Covid-19: Dampak Libur Panjang Baru Terlihat 2-3 Minggu

by -
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengakui ada beberapa hal yang menyebabkan vaksinasi belum mencapai targetnya saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (23/2/2021). (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB Marji)

METROPOLITAN.id – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito berharap momentum lebaran Idul Fitri 1442H dan adanya libur panjang tidak menimbulkan lonjakan kasus. Sebab, biasanya setiap libur panjang, dampak yang ditimbulkan baru terlihat pada 2-3 minggu setelahnya.

Saat ini, belum menunjukkan dampak dari adanya libur dan kegiatan mudik lebaran. Untuk itu semua pihak tidak terlena meskipun perkembangan minggu lalu pada kasus positif dan kematian menunjukkan penurunan.

Karenanya, bagi masyarakat yang baru saja kembali dari bepergian diingatkan agar melakukan karantina mandiri selama 5 x 24 jam sebagai bentuk tanggungjawab terhadap orang-orang di sekitarnya.

“Terutama bagi kantor-kantor yang pegawainya melakukan perjalanan antar batas daerah selama lebaran dan libur Idul Fitri. Agar mewajibkan pegawainya melakukan karantina mandiri sebelum kembali ke kantor,” katanya.

Baca Juga  Penularan Covid-19 di Kabupaten Bogor Tembus 283 Orang Perhari

Untuk efektivitasnya, seluruh posko desa dan kelurahan diminta memantau masyarakat yang melakukan perjalanan agar melaksanakan karantina mandiri selama 5 x 24 jam. Hal ini perlu menjadi perhatian agar masyarakat dan penanganan di wilayahnya masing-masing berjalan optimal.

Jika melihat perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, angkanya perlahan berangsur membaik. Perkembangan positif ini dapat dilihat dari jumlah kasus aktif yang terus menurun setiap harinya hingga mencapai dibawah 90 ribu kasus atau per 17 Mei 2021 di angka. 89.129 kasus dengan persentase 5,1 persen.

Pasien sembuh terus bertambah setiap harinya hingga mencapai 1.606.611 orang atau persentasenya 92,1 persen dibandingkan dunia di angka 87,1 persen. Untuk kematian, sebanyak 48.305 kasus atau 2,76 persen dibandingkan dunia 2,1 persen. (jp/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.