Kekurangan Kepsek, PNS Kota Bogor Dipaksa Rangkap Jabatan

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor mengaku kekurangan 32 Pe­gawai Negeri Sipil (PNS) yang memenuhi kualifikasi untuk menjabat sebagai kepala se­kolah (kepsek) dasar. Jumlah ini berasal dari 211 SD di Kota Bogor.

Memenuhi kebutuhan itu, sebagian PNS yang menjabat sebagai kepsek dasar ini dipaksa merangkap jabatan dengan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) di sekolah lain. Hal itu seperti diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Dis­dik) Kota Bogor, Hanafi. ­

Menurutnya, untuk tingkat SMP jabatan kepsek pada 2021 terisi semua. Sedangkan dari total 211 SD terdapat 32 sekolah yang masih memiliki kepala sekolah dengan jaba­tan plt. “Jadi, ada 179 SD yang punya kepala sekolah defini­tif,” kata Hanafi, Minggu (30/5). ”Kekurangan pejabat yang mengisi kepala sekolah ini dikarenakan banyak yang pensiun dan meninggal dunia,” sambungnya.

Untuk itu, Disdik Kota Bogor sudah melakukan seleksi ca­lon kepsek guna menambah stok calon kepala sekolah di setiap sekolah nantinya. Saat ini Hanafi mengaku tengah mengajukan 40 nama calon kepala sekolah yang diusulkan. Sementara untuk menjadi kepala sekolah mereka harus mengikuti diklat calon kasek (cakap) di Solo.

Baca Juga  Pns Enak Libur, Mukijo: Lihat Absen Elektrik

”Untuk sekolah negeri seluruh kepala sekolah sebe­lum mendapat tugas tamba­han itu sudah mengikuti dik­lat di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Kemendik­bud di Solo,” imbuhnya.

Sebelum jadi kepsek, sam­bung Hanafi, mereka wajib ikut diklat calon kepala seko­lah (cakep) empat bulan. Se­lain itu, mereka juga akan menjalani serangkaian tes, sehingga belum tentu me­reka dinyatakan lulus.

Untuk mengisi kekosongan yang ada, Pemkot Bogor me­nyisasatinya dengan mengisi plt untuk jabatan kepsek. “Dia kepsek di sekolah mana dan jadi plt juga di sekolah lain, kan tidak boleh terjadi keko­songan kepemimpinan,” ka­tanya.

Mantan kepala Bappeda Kota Bogor itu mengaku sengaja mengajukan sebany­ak-banyaknya calon kepsek, karena setiap tahunnya ba­nyak yang pensiun. “Toh, setiap tahun ada yang pen­siun, seperti kemarin di SD Semeru 1 itu kepseknya pen­siun September. Jadi, kalau ditotal sebenarnya ada 33 kekosongan kepsek,” ujarnya.

Baca Juga  PNS Bogor Positif Corona, Ini Hasil Swab Sekda dan ASN Lainnya

Di sisi lain, banyak guru yang diajukan untuk men­jadi kepala sekolah karena berbagai alasan. Yang me­masuki batas usia pensiun tahun ini ada beberapa, semisal kepsek SMPN 12, sedangkan untuk 2022 se­banyak 3 orang kepsek yang pensiun. “Belum lagi 2023 yang pensiun, jadi harus diantisipasi,” ujarnya.

Untuk mengisi kekosongan, Pemkot Bogor mengajukan tambahan pegawai tenaga pendidik melalui program rekrutmen satu juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) pada 2021. Jumlah yang di­ajukan sebanyak 300 orang yang nantinya untuk me­menuhi kekurangan guru.

Kabid Formasi Data dan Kepangkatan BKPSDM Kota Bogor, Aris Hendardi, men­gatakan, usulan formasi guru yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui program rekrutmen tersebut sebanyak 300 orang.

Baca Juga  Seorang PNS Bagian Urus Akta Cerai Ditangkap Di Kafe

Jika berkaca dari jumlah itu tambahan tersebut tidak sig­nifikan dan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan di Kota Bogor. “Kalaupun penerimaannya 300-600 guru setiap tahunnya, itu perlu 4 hingga 5 tahun agar mencu­kupi kebutuhan guru di Kota Bogor,” kata Aris.

Meski demikian, sambung Aris, Pemkot Bogor bisa saja mengusulkan jumlah penam­bahan guru sesuai kebutuhan­nya. Namun hal itu harus disesuaikan kemampuan anggaran yang dimiliki daerah. “Kalau lebih (penambahan guru, red) tapi anggarannya tidak ada mau bagaimana?” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Aris menuturkan, saat ini pihaknya masih menunggu berapa kuota jumlah guru yang dii­zinkan direkrut Pemkot Bogor melalui Program Satu Juta Guru P3K pada 2021. Sebab, pemerintah pusat baru akan mengumumkannya awal Juni. “Awal Juni pengumuman. Kita masih tunggu juklak-juknisnya. Kalau sudah kelu­ar kita umumkan,” tandasnya. (rez/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *