Kementan Dorong Ekspor Kayu Manis ke Thailand

by -

METROPOLITAN – Kemen­terian Pertanian (Kementan) terus mendorong peng­embangan komoditas perke­bunan yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya untuk komoditas kayu manis yang sudah menembus pasar glo­bal.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Kementan Dedi Ju­naedi mengatakan, Indonesia melalui PT Ince Jaya Man­diri (PT IJM) belum lama ini mengekspor 10 ton kayu ma­nis ke Thailand. Selain itu, ada juga jenis rempah lainnya yang cukup bernilai tinggi seperti cengkih, pala, dan kapulaga.

“Sepuluh ton ekspor kayu manis dengan grade AAA itu berasal dari petani di Kabup­taen Kerinci, Jambi, dan se­bagian dari daerah Kaliman­tan,” ujar Dedi dalam kete­rangan tertulisnya, kemarin.

Karena itu, pihaknya beru­paya terus membantu para pelaku ekspor untuk terus mengembangkan peluang akses pasar rempah Indone­sia, terutama dalam kegiatan promosi dan membantu me­nyelesaikan hambatan per­dagangan rempah terutama aspek mutu.

“Kita akan selalu mendorong lahirnya pada generasi muda, anak-anak milenial untuk lebih memerhatikan sektor pertanian kita, utamanya di komoditas perkebunan. Ten­tunya kami tidak tinggal diam, kami akan terus melakukan pembinaan dan fasilitasi se­optimal mungkin untuk duduk berdampingan dengan para eksportir muda ini,” ujarnya.

Dedi juga menjelaskan Ke­mentan berupaya terus mem­bantu para pelaku ekspor untuk terus mengembangkan peluang akses pasar rempah Indonesia, terutama dalam kegiatan promosi dan mem­bantu menyelesaikan ham­batan perdagangan rempah, terutama aspek mutu.

Salah satunya memfasili­tasi para pelaku usaha untuk ikut dalam pameran-pameran penting di luar negeri. Se­perti promosi di Bangkok International Trade & Exhibi­tion Centre (Bitec), Thailand.

Sementara itu, Direktur Jen­deral Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono mengaku pihaknya komit mendukung ekspor rempah Indonesia, dan berharap ekspor kali ini akan terus konsisten dilakukan ke depan. Tentunya dengan me­merhatikan standar-standar mutu yang berlaku di negara tujuan.

Data Kementan menyebut­kan ekspor kayu manis 2020 meningkat 0,71 persen dari tahun sebelumnya. Berdasar­kan volume ekspor dan me­ningkat 13,1 persen.

“Berdasarkan nilai ekspor dan ini harus menjadi seman­gat para eksportir untuk dapat mengakselerasi peningkatan ekspor lagi ke depannya dalam pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini,” pung­kasnya. (jp/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *