Kisah Warga Perumahan Griya Dievakuasi ke BPKP Ciawi, Sempat Galau Tinggalkan Anak Sendiri

by -

Di balik masifnya penyebaran kasus Covid-19 di Perumahan Griya Melati Bubulak, Kota Bogor, menyisakan cerita mengharukan. Seorang pasien positif Covid-19 dari Perumahan Griya Melati mengaku kebingungan saat akan dievakuasi ke tempat isolasi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ciawi, Kabupaten Bogor.

Ia adalah S. Perempuan ber­hijab itu dinyatakan positif bersama suaminya usai mengik­uti swab test massal yang di­gelar Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor pada Sabtu (22/5). Sedangkan, ke­dua anak dan ponakannya yang ada di rumah dinyatakan ne­gatif Covid-19.

“Kebetulan saya terkonfir­masi positif bersama suami saya waktu kemarin (Minggu, 23 Mei),” kata S saat mengikuti video conference antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor dengan warga Perumahan Griya Melati, baru-baru ini.

“Saya baru dikasih tahu sore lewat telepon oleh Pak RW. Kebetulan kami tidak kontak erat dengan klaster yang di­nyatakan positif,” sambung S.

Setelah dinyatakan positif, S bersama suaminya disarankan melakukan isolasi di BPKP Ciawi pada Minggu (23/5).

Namun, kegundahan mun­cul. Ia mengkhawatirkan kon­disi anak-anaknya yang beru­sia 12 dan delapan tahun, serta keponakannya yang berusia 20 tahun.

“Yang berat adalah bagai­mana dengan anak-anak kami ketika kami harus berangkat. Karena kondisinya menjadi tidak pasti ketika anak-anak belum dites (Covid-19),” ujar­nya.

Akhirnya, lanjut S, ia me­minta anak-anak dan ponakan­nya melakukan tes Covid-19 secara mandiri. “Supaya ke­tahuan, kalau mereka positif akan kami bawa serta ke Cia­wi,” imbuhnya.

Baca Juga  DPR DORONG PENYELIDIKAN DUGAAN SUAP MARULI

Namun, persoalan muncul ketika S meminta izin mela­kukan tes Covid-19 secara mandiri pada Minggu (23/5), tepat di hari ia bersama sua­minya dinyatakan positif Co­vid-19.

“Terjadi kesimpangsiuran selama kami minta izin. Ke­tika kita minta izin ke puske­smas diizinkan, namun ketika izin ke satgas tidak diizinkan,” keluhnya.

“Hal-hal tidak pasti ini yang membuat kami bingung mau bagaimana. Kita juga mau berangkat ke Ciawi (BPKP, red), namun anak-anak di rumah bagaimana?” sambungnya.

“(Padahal, red) Pada dasar­nya kami tidak keberatan jika harus PCR mandiri. Tapi tidak diizinkan,” lanjut S.

Sementara itu, berdasarkan hasil diskusi dengan tim Satgas Covid-19, didapati solusi bahwa anak-anak dan ponakannya bisa melakukan tes Covid-19 pada Senin (24/5). Atas so­lusi itu, akhirnya S bersama suaminya mengurungkan niat untuk pergi ke tempat isolasi BPKP Ciawi pada Ming­gu (23/5).

“(Persoalan ini akhirnya, red) Menunda keputusan kami. Harusnya kami berangkat ma­lam ke Ciawi, tapi kita putuskan berangkat setelah hasil tes anak-anak keluar,” ungkapnya.

“Malam itu juga kami akhir­nya putuskan agar anak-anak diam di kamar masing-masing dan kami juga di kamar ber­beda. Di rumah juga kita minta pada pakai masker, ter­masuk saat tidur juga, sama,” sambungnya.

Setelah itu, anak-anak dan ponakannya dilakukan tes Covid-19 yang difasilitasi tim Satgas Covid-19 Kota Bogor. Di mana, berdasarkan hasil swab antigen yang dilakukan pada Senin (24/5), ketiganya dinyatakan negatif.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Kuburan Cina Dijarah

“Paginya kita tes antigen anak-anak dan hasilnya negatif. Akhirnya kita putuskan anak-anak tetap di rumah, dijaga keponakan, dan kami pergi berangkat ke Ciawi,” tuturnya.

“Sebelumnya kami juga ucap­kan terima kasih kepada tim satgas dalam menangani Co­vid di Griya Melati ini. Kami berharap anak-anak dan pona­kan kami menjadi atensi khu­sus untuk dipantau keadaan­nya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno meminta maaf atas kejadian yang membuat warga Peru­mahan Griya Melati tidak nyaman.

Padahal, sebenarnya untuk kasus di Perumahan Griya Melati, pihaknya sudah mem­fasilitasi semua dan karena ada pembatasan aktivitas warga tidak diizinkan keluar-masuk perumahan, melainkan petugas yang datang ke lo­kasi.

“Mohon maaf kalau kemarin ada miskomunikasi. Intinya sudah kita fasilitasi, khususnya yang kontak erat,” katanya.

“Kita juga sudah melakukan penyisiran kontak erat untuk memastikan keamanan di Griya Melati. Pasien positif dan negatif itu dipisahkan. Positif dibawa ke Ciawi dan negatif diisolasi di rumah hingga di­pastikan benar-benar negatif,” sambungnya.

Tak sampai situ, untuk mem­beri keamanan dan kenyama­nan warga Perumahan Griya Melati, pihaknya juga mela­kukan disinfeksi di kediaman warga, khususnya warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kita lakukan disinfeksi di rumahnya agar ketika mereka pulang sudah benar-benar steril,” ujarnya.

Baca Juga  Status KLB Perumahan Griya Dicabut

Sri Nowo Retno menuturkan, walaupun hasil tes Covid-19 menyatakan negatif, keluar­ganya yang negatif tetap harus melakukan karantina selama lima hari untuk memastikan benar-benar bebas Covid-19.

“Nanti setelah hari kelima, mereka pun kita akan tes lagi. Jadi saat ini belum bisa dinya­takan negatif betul. Karena (mereka, red) ini bercampur dengan orang tuanya yang positif dan bisa dikatakan ri­siko tinggi tertular. Intinya kita akan pantau terus,” terang­nya.

Sementara itu, kasus penye­baran Covid-19 di Perumahan Griya Melati masih terus ber­tambah. Pada Rabu (26/5) tercatat adanya penambahan lima kasus positif.

“Ter-update ada 65 (warga Perumahan Griya Melati ter­papar Covid-19, red),” kata Kapolresta Bogor Kota, Kom­bes Pol Susatyo Purnomo Condro, yang ikut mendampingi Wali Kota Bogor Bima Arya.

Ia menyebut hingga kini juga masih ada warga Peru­mahan Griya Melati yang die­vakuasi ke Pusat Isolasi BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor. Me­reka yang dievakuasi itu sudah dinyatakan terkonfirmasi po­sitif Covid-19 dan memiliki gejala berat.

“Yang sakit tadi sama Pak Wali Kota langsung dibawa ke Ciawi,” ujarnya. “Masih cukup. Masih ada 34 tempat tidur lagi. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang harus di­bawa ke sana,” timpal Bima saat ditanya ketersediaan tempat tidur bagi pasien po­sitif di tempat isolasi BPKP Ciawi. (rez/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *