Kota Bogor Larang Ziarah dan Halal Bihalal, Ini Catatan dari Ketua DPRD

by -
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto (paling tengah). (Dok. Metropolitan.id)

METROPOLITAN.id – Pemerintah daerah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur (Jabodetabekjur) resmi memberlakukan pelarangan mudik hingga penutupan Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan melarang ziarah pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Hal itu mendapat perhatian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Atang Trisnanto. Meskipun secara umum ia mendukung kebijakan tersebut, ada beberapa hal yang menjadi catatan.

“Semoga kebijakan yang diambil bisa optimal dalam upaya menekan kemungkinan kenaikan angka penyebaran Covid-19. Kita hormati kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah,” kata Atang kepada awak media, Selasa (11/5).

Buatnya, kebijakan tersebut tentu sudah dipikirkan dari berbagai sisi dan konsekuensinya oleh pemerintah. Ia hanya bisa berharap kebijakan ini bisa efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19, sesuai dengan tujuan kebijakan yang dibuat. Termasuk juga optimalisasi dan efektivitas dari pelaksanaan teknis di lapangan.

Baca Juga  Terbitkan Surat Edaran, Kota Bogor Minta Perusahaan Cairkan THR Paling Lambat Sepekan Sebelum Lebaran

“Namun kiranya hal-hal lain atau aktivitas lain yang punya potensi serupa atau lebih besar dalam penyebaran, juga dilakukan pelarangan atau pembatasan, sehingga masyarakat tidak merasa ada ketimpangan atau ketidakadilan,” jelasnya.

“Berat memang. Semoga kerinduan kita untuk bersilaturrahim maupun berziarah kubur, ataupun kegiatan lain dalam rangka menyambung kekerabatan bisa dilakukan di lain waktu, di situasi yang lebih aman dibanding sekarang dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” ujar politisi PKS itu.

Sebelumnya, lebaran tahun ini akan terasa sangat berbeda. Musababnya, setelah adanya larangan mudik, warga se-Jabodetabek, termasuk Kota Bogor dipastikan tidak boleh melakukan tradisi tiap Hari Raya Idul Fitri. Yakni ziarah kubur ke Tempat Pemakaman Umum (TPU)

Baca Juga  Kota Bogor Batalkan Rencana PTM 100 Persen Ramadan Ini, Kadisdik Beberkan Alasannya

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya, setelah mengadakan pertemuan dengan pimpinan daerah se-Jabodetabek, Senin (10/5).

“Pimpinan daerah se-Jabodetabek sepakat, untuk menutup TPU-TPU. Akan berlaku mulai Rabu (12/5) hingga 16 Mei mendatang,” katanya saat diskusi daring dengan awak media, Senin (10/5).

Ia mengakui kebijakan itu merupakan hal sulit lantaran menjadi tradisi yang sudah dilakukan bertahun-tahun. Maka pihaknya pun sejak saat ini sudah langsung melakukan sosialisasi kepada RT dan RW di wilayah.

“Itu salah satu poin penting tadi. Keputusan se-Jabodetabek tadi sudah diputuskan. Kebijakan ini nggak mudah, pasti ada pro kontra. Tapi ini usaha kita supaya kita nggak kayak India, di mana terjadi lonjakan kasus Covid,” tuntasnya. (ryn)

Baca Juga  Soal Tarif Vaksin Booster, Kota Bogor Tunggu Petunjuk Pemerintah Pusat

Leave a Reply

Your email address will not be published.