Krisis Tempat Tidur, Dinkes ‘Sulap’ Empat Puskesmas Jadi Rumah Sakit

by -

METROPOLITAN.id – Minimnya jumlah ketersedian bed (kasur,red) disetiap rumah sakit, kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Melalui Dinas Kesehatan, kini sejumlah puskesmas akan ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe D dalam waktu dekat ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina mengatakan, proses peningkatan status puskesmas sedang dilakukan oleh pihaknya. Namun untuk pertama, lanjut Mike, hanya ada beberapa puskesmas yang dapat ditingkatkan menjadi Rumah Sakit tipe D. Hal itu melihat dari fasilitas kesehatan yang ada di puskesmas.

“Kita harapakan rumah sakit tipe D ini untuk mengcover rujukan sebelum ke rumah sakit tipe C. Sehingga nanti prosesnya akan bertahap,” ujarnya kepada Metropolitan.

Baca Juga  10.500 Sambungan Listrik Baru Dijatah untuk Bogor di 2023

Mike mengaku untuk awal peningkatan puskesmas menjadi rumah sakit, pihaknya membidik puskesmas yang memiliki pelayanan poned. Seperti puskesmas Jasinga, Parung, Cigombong dan Jonggol. Karena dari 101 puskesmas yang ada di Kabupaten Bogor, menurut Mike tidak semuanya siap untuk mengalami peningkatan menjadi rumah sakit, meskipun saat ini ada 40 puskesmas yang telah BLUD.

“Di Kabupaten Bogor ini masih kurang jumlah bed (kasur, red), karena dari 28 rumah sakit neherindan swasta baru ada 3.250 kasur. Sedangkan idealnya 6.000 kasur untuk Kabupaten Bogor ini, rasionya 1.000 penduduk untuk 1 kasur,” paparnya.

Tak hanya meningkatkan puskesmas menjadi rumah sakit, Dinkes juga kini tengah disibukan dengan proses pembangunan RSUD Bogor Utara. Pembangunan yang merogoh kocek Rp112 Miliar itu digadang-gadang akan memilikin150 kasur.

Baca Juga  Dramatis, Obama Cairkan Bantuan ke Palestina

Mike menjelaskan, jika tahun ini pihaknya hanya membangun satu dari tiga gedung yang direncanakan. Kata dia, dengan anggaran Rp112 miliar, dialokasikan untuk membangunan gedung A dengan standar pelayanan tipe C.

“Tipe C itu seperti poliklinik nantinya. Baru kemudian secara bertahap, kita isi dengan alat-alat kesehatan dan tenaga medisnya. Kemudian kita lanjutkan nanti ke gedung B dan C agar bisa menjadi rumah sakit rujukan,” jelasnya.

Dengan kapasitas 150 tempat tidur, nantinya bisa melakukan pelayanan medik umum, gawat darurat, medis spesialis dasar, spesialias penunjang medik, medik spesialis gigi mulu, keperawatan dan kebidanan serta pelayanan penunjang klinik dan non-klinik. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.