Masjid Raya Bogor Tetap Bolehkan Jamaah Itikaf dengan Menyerahkan Data Diri

by -
Ketua DMI Kota Bogor KH Ade Sarmili. (Dok. Prokompim Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Hingga sepekan menjelang Idul Fitri, antusias masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah itikaf di masjid-masjid di Kota Bogor masih tinggi, termasuk di Masjid Raya Bogor. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor, Ade Sarmili.

Ia mengatakan bahwa antusias masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah iktikaf di Kota Bogor tetap tinggi. Sebagian besar masyarakat melaksanakan iktikaf di masjid yang berada di lingkungan tempat tinggal.

Masjid Raya Bogor masih membuka bagi warga yang ingin melaksanakan itikaf. Dengan syarat, jamaah yang hendak itikaf di Masjid Raya Bogor harus menyerahkan data diri berupa e-KTP.

“Setiap jemaah akan kami foto KTP-nya agar mudah dalam keperluan tracing jika memang diperlukan suatu hari nanti,” katanya.

Baca Juga  4.000 Pohon Ditanam Di TNGP

Pria yang juga Sekretaris Umum Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor itu menambahkan, Masjid Raya Bogor sejak pandemi tidak menyediakan karpet sajadah untuk jamaah melaksanakan salat. Begitu pula dengan Al-Quran. Sehingga diharapkan jamaah yang datang membawa alat beribadah masing-masing. Seperti sajadah dan Al-Quran.

Dok. DKM Masjid Raya Bogor

Selain itu, pihak DKM juga tetap menetapkan Protokol Kesehatan (Prokes) seperti memakai masker dan menjaga jarak bagi warga yang berada di kawasan Masjid Raya Bogor.

“Di Masjid Raya Bogor juga setiap pagi rutin dibersihkan dan disemprot cairan desinfektan. Setelah jemaah iktikaf pulang, dilanjut ibadah salat subuh. Lalu sekitar pukul 08:00 sampai pukul 10:00 WIB masjid ditutup dulu. Untuk dibersihkan dan disemprot. Setelah itu buka lagi untuk ibadah salat zuhur,” paparnya.

Baca Juga  Bupati Bogor Tengok Proyek Penataan Ibu Kota, Keliling Naik Bus C'Pot

Pihaknya juga melarang jamaah yang datang ke Masjid Raya Bogor dengan niat hanya ingin tidur di dalam masjid. Sebab Masjid Raya Bogor dibuka untuk yang benar-benar ingin beribadah.

“Kalau mau tidur ya di rumah saja,” tutup Ade (idn/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *