Master Plan Beres, Realisasi Proyek Kampung Atlet Bogor Makin Dekat

by -
RESMI : Pemkot Bogor dan KONI Kota Bogor saat serah terima hibah Master Plan Kawasan Olahraga Terpadu Kayumanis, Kamis (20/5). (Dok. KONI Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor dalam rencana pembangunan Kawasan Olahraga Terpadu atau kampung atlet di Kayumanis, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, kian mendekati kenyataan.

Tercermin saat Pemkot Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan KONI Kota Bogor melakukan serah terima Hibah Master Plan Kawasan Olahraga Terpadu Kota Bogor di Duatigaa Coworking Cafe, Kota Bogor, Kamis (20/5).

Sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Benua Asia Persada.

Ketua KONI Kota Bogor Benninu Argoebie mengatakan, sejak awal cita-cita dalam membangun kampung atlet atau Kawasan Olahraga Terpadu Kota Bogor memang tidak setengah-setengah. Ia bahkan mengaku sempat ‘ngamen’ ke berbagai pihak dengan membawa desain Kampung Atlet.

Sampai akhirnya tahun lalu dapat persetujuan pembangunan hingga tahun ini restu soal Detail Engineering Design (DED). Meskipun masih ada kekurangan, yakni soal Masterplan yang belum teranggarkan.

Baca Juga  Jangan Lengah, Libur Panjang Akhir Pekan Malah Muncul 29 Kasus Positif Baru
Dok. KONI Kota Bogor

“Alhamdulillah ada PT Benua Asia Persada yang mau mengeluarkan CSR-nya untuk membantu membuat Master Plan Kawasan Olahraga Terpadu ini. Sekarang kita mengawal untuk proses DED, yang mudah-mudahan bisa terlaksana tahun ini,” katanya kepada Metropolitan.id, Kamis (20/5).

Agar DED yang akan direalisasikan sesuai target pembangunan Kawasan Terpadu Olahraga Kota Bogor ini. Sebab, pembangunannya minimal mesti punya standar nasional.

“Target kita harus standar internasional karena ternyata Kota Bogor sudah dicatat di NOC sebagai salah satu pelaksana Olimpiade 2032,” ujar Benn, sapaan karibnya.

“Jadi kita akan kawal terus. Insya Allah ketika DED selesai, kita keliling lagi, kita cari untuk (anggaran) pembangunannya,” tukasnya.

Ia berharap dalam jangka waktu dua tahun, sudah bisa mulai pembangunan Kawasan Olahraga Terpadu di Kayumanis. Benn juga menerangkan bahwa kegiatan pembuatan DED sudah masuk dan tinggal menunggu Dispora untuk memasukan berkas lelang.

“Sudah dianggarkan dengan pagu anggaran sekitar Rp4 miliar, Itu DED-nya memang baru untuk tiga gedung. Nanti masih ada Bogor Indoor Stadium sama sarana prasarana umumnya. Untuk tahap ini Insya Allah bisa secepatnya,” ujar Benn.

Baca Juga  Sebar Undangan Pembukaan Holywings Bogor Selasa Nanti, Warganet Serbu Instagram Hotman Paris : Covid Melonjak Gas Terus Pak??

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bogor Hery Karnadi menyebut langkah kali ini benar-benar penting dalam rencana pembangunan sebuah kawasan. Sebab, jika membangun satu gedung saja misalnya, cukup dengan Site Plan tanpa harus ada Master Plan.

Ia mengakui ada keterbatasan anggaran Pemkot Bogor sehingga tidak mungkin mengalokasikan Master Plan. Belum lagi waktu pelaksanaan yang terbatas.

“Itu juga akan memundurkan realisasi pembangunan karena akan bertahap tahun ini Master Plan, tahun berikutnya DED, lalu tahun berikutnya fisik. Nah ini ‘shortcut’ waktu dan efisiensi anggaran.

Nggak perlu nunggu, tinggal selesaikan DED pake anggaran kita. Master Plan sudah melalui CSR PT Benua Asia Persada. Jadi ada dua keuntungan, waktu dan anggaran,” jelasnya.

Sedangkan untuk pembangunan fisik, kata dia, masih akan menunggu skema terbaik. Mulai dari anggaran pemerintah, mulai dari kota, provinsi hingga pusat, atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga melalui skema Bangun Guna Serah atau Build-Operate-Transfer (BOT).

Baca Juga  Bima Arya Pastikan 138 Ribu Warga Bogor Dapat Vaksin Gelombang Pertama

“Kita lihat. Kalau pihak ketiga ada yang tertarik, dengan pola itu, ya kita lakukan Beauty Contest dulu. Itu nggak masalah. Itu bisa lebih mangkas waktu dan hemat anggaran kita. Atau bisa saja dana pemerintah,” ujarnya.

Setelah serah terima ini, pihaknya akan menyelesaikan proses pembuatan DED pada tahun ini agar pembangunan fisik bisa dilakukan pada tahun berikutnya.

“Kan totalnya ada lima bangunan ya. Wisma atlet, kantor, lapangan tembak, Indoor Stadium, dan kolam renang. Masing-masing ada DED-nya. Kalau angka total kawasan butuh anggaran Rp300 miliarn.

Kalau item bangunan butuh anggaran paling besar ya Indoor Stadium. Karena akan ada kapasitas 15 ribu penonton dan standar internasional,” tutup Hery. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.