Nggak Mau Kecolongan, Pemkot Bogor Monitor Medsos ASN Selepas Libur Lebaran

by -
Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. (Ist)

METROPOLITAN.id – Pada libur Idul Fitri lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melarang para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan mudik keluar kota. Tak ingin kecolongan, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim bahkan mengaku bakal memonitor langsung kegiatan para ASN di media sosial (medsos).

“Kalau ada yang ketahuan (mudik)? Kita pantau medsos, bisa jadi misalnya mereka uplod di medsos (foto kegiatan mudik), ya nanti akan ketahuan. Nah itu ada ketentuannya sampai sanksinya,” katanya kepada Metropolitan.id, Senin (17/5).

“Mulai dari (pemotongan) tunjangan kinerja, tunjangan khusus, itu ada hitungannya,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa Kota Bogor masih memberlakukan PSBMK, di mana ketentuan kerja ASN yakni masih 50 persen Work From Home (WFH). Dari laporan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kata dia, sebagian ASN sudah melakukan absensi digital dan sejauh ini tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan.

Baca Juga  Masih Dalam Waktu Pelaksanaan PPKM Mikro Darurat, Kota Bogor Tiadakan Salat Idul Adha

“Artinya kepatuhan ASN Kota Bogor relatif tinggi. Balageur (Baik-Baik dalam bahasa Sunda, red) lah. Lalu dari pantauan saya, tidak ada permintaan khusus untuk libur Lebaran. Mungkin setelah hari ini ada yang mengajukan tapi kita belum terima,” tutupnya. (rez/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.