Nggak Punya Satgas Covid-19, Sekolah Nggak Bisa Gelar PTM

by -

METROPOLITAN.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor akan membentuk satgas covid-19 disetiap sekolah menjelang penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam waktu dekat ini. Bahkan Disdik akan meminta bantuan satgas tingkat kecamatan untuk mengawasi para pelajar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Atis Tardiana mengatakan, satgas covid merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dibentuk sekolah jika akan menyelenggarakan PTM. Bahkan satgas covid di sekolah akan menjadi daftar periksa yang akan di validasi dan verifikasi oleh tim dari satgas kecamatan dan Disdik.

“Rencananya memang kearah situ, karena bukan hanya penerapan prokes saja tapi pengawasan pun diperlukan dalam penyelenggaraan PTM nanti,” kata Atis, Selasa (18/5).

Baca Juga  Hore... 120 KK di Kalongliud Dapat RTLH

Atis mengaku belum merumuskan secara pasti personel satgas sekolah tersebut. Namun ia memberikan gambaran jika satgas sekolah tersebut bisa dari unsur guru atau keamanan sekolah.

“Kita masih merumuskan untuk personelnya. Yang pasti satgas sekolah ini harus ada sehingga tidak ada penularan covid-19 dalam pelaksanaan PTM,” paparnya.

Selain pembentukan satgas sekolah, Atis mengungkapkan pihaknya sedang mengejar vaksinasi terhadap tenaga pendidik diseluruh sekolah. Karena menurutnya di Juli nanti seluruh guru di sekolah negeri maupun swasta dipastikan sudah menerima vaksin. Apalagi saat ini baru 57,6 persen atau 38,154 guru yang telah mendapatkan vaksin dari jumlah total 66.240 guru.

“Artinya masih ada 28,086 guru. Ini manjadi PR kita kedepan jelang pelaksanaan PTM,” kata dia.

Baca Juga  Pembekuan Dana Desa tak Berlaku di Bogor

Atis juga meminta agar Dinas Kesehatan memprioritaskan guru untuk mendapatkan vaksinasi. Sehingga pada waktu penyelengaraan PTM seluruh guru dan tenaga kependidikan sudah di vaksin secara lengkap.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor terus mengkebut proses vaksinasi kepada tenaga pendidik jelang diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli mendatang.

Teranyar Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor baru melakukan vaksinasi kepada 38,154 guru atau 57,6 persen. Hal itu rupanya tidak sesuai dengan yang targetkan Pemkab Bogor yang ingin menyelesaikan pada akhir April lalu kepada guru. Karena pada pelaksanaannya banyak guru yang tidak ikut.

“Kemarin banyak guru yang tidak ikut vaksin karena kepotong puasa, makanya akan dijadwal ulang lagi,” kata Kepala Bidang Pengedadian dan Pemberantasan Penyakit pada Dinkes Kabupaten Bogor Dedi Syarif, Selasa (18/5).

Baca Juga  KCD Pendidikan Jabar Gelar Rapat Kerja

Dedi juga menyebutkan saat ini masih memiliki stok vaksin sekitar 7.500 vial untuk dosis 35 ribu orang dengan sasaran lansia, pelayan publik sampai guru.

“Jadi update semalam stok ada 7.500 vial dikalikan 10 dosis yang nantinya bisa untuk 35 ribu orang,” ungkapnya.

“Untuk selanjutnya tahap kedua pelayan publik, lansia dan guru, jadi kalau saat ini fokus untuk lansia. Karena, sasarannya cukup besar sekitar 300 ribu orang, dak persentasinya baru sekitar 7 persen,” pungkasnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.