Prostitusi Online Merajalela, Dewan Revisi Perda Tibum

by -

METROPOLITAN – Pasca-terung­kapnya kasus prostitusi online oleh Satpol PP Kabupaten Bogor, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor pun serius me­nyikapi persoalan ini.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bo­gor, Agus Salim, mengaku segera merevisi Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum (Tibum). Sebab, dalam perda tersebut belum ada pa­sal yang mengikat terkait hukuman bagi pelaku prostitusi online.

Tidak hanya pelaku prostitusi on­line, politisi PKS ini juga akan me­masukkan pasal yang mengikat bagi penyedia kamar hotel ataupun tem­pat kepada pelaku prosti­tusi ini.

Kita akan lakukan kajian lagi, apakah perlu merevisi Perda Tibum ini. Kalau belum ada yang mengatur tentang itu, tentunya kita akan lakukan revisi,” kata Agus kepada Met­ropolitan, Senin (3/5).

Agus pun meminta pihak Diskominfo melakukan kajian terkait adanya aplikasi Mi­Chat ini. Sebab, berdasarkan kacamatanya, aplikasi ini terlalu banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya bagi masyarakat luas. Sehingga jika ingin melarang aplikasi MiChat ini, setidaknya pihak Diskominfo Kabupaten Bogor memberikan rekomendasi ke pemerintah pusat. ”Ini kan kasusnya sudah banyak. Jadi lebih baik Diskominfo mem­berikan rekomendasi ke pusat dan nanti kami akan dorong juga melalui DPR RI,” ung­kapnya.

Baca Juga  Open BO Selama Ramadan, Sudah 75 PSK Diangkut Satpol PP Bogor

Sebelumnya, Satpol PP Ka­bupaten Bogor membongkar kasus prostitusi online mela­lui aplikasi MiChat. Hasilnya, enam wanita yang diduga tengah menunggu pria hidung belang diangkut Tim Penegak Perda ini.

Sekretaris Satpol PP Kabu­paten Bogor, Iman Wahyu Budiana, mengatakan, terung­kapnya prostitusi online yang berlokasi di salah satu hotel di kawasan Sentul ini berawal dari penyelidikan yang dila­kukan jajarannya. Dari enam wanita yang diangkut, dua di antaranya diamankan saat berada di kamar hotel. Semen­tara empat lainnya diamankan dari satu kontrakan. “Jadi, mereka semua itu sedang menunggu lelaki hidung be­lang,” kata Iman kepada Met­ropolitan, Senin (3/5).

Menurutnya, pengungkapan ini berawal dari adanya lapo­ran masyarakat terkait masih maraknya prostitusi melalui aplikasi MiChat di Kabupaten Bogor. Atas dasar itu, jajaran Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan operasi penang­kapan dengan cara memancing wanita ini. Mereka (para wa­nita, red) yang diamankan biasanya memasang fotonya di aplikasi MiChat. Lelaki hi­dung belang pun bisa dengan mudah menemukan wanita yang menjajakan diri.

Baca Juga  Izin Terancam Dicabut Lantaran Dianggap Sarang Prostitusi Online, Ini Kata Pengelola Apartemen Bogor Valley

Modus yang digunakan pelaku untuk mengelabui pria hidung belang yakni dengan memasang profil perempuan berwajah cantik pada apli­kasi kencan. Setelah itu, ke­tika ada yang tertarik, mereka melakukan komunikasi chat dan meyakinkan untuk tran­saksi dengan cara melakukan transfer terlebih dulu sebelum bertemu. Setelah pria hidung belang

tersebut percaya, perem­puan itu menawarkan bebe­rapa hotel ternama. “Setelah melakukan transfer, diarahkan untuk ke hotel yang telah di­sepakati,” kata Iman.

Namun, hal itu hanya akal-akalan untuk semata-mata meyakinkan calon korbannya. Padahal, perempuan yang dimaksud tidak akan pernah ada di hotel tersebut. “Memang modusnya sangat meyakinkan,” ujarnya.

Bahkan ketika calon korban sudah berada di hotel yang dituju, perempuan itu me­minta

Baca Juga  Gawat! Aplikasi Hotel Murah Bisa Order PSK

bayaran lagi sebagai jaminan keamanan dirinya berada di hotel. “Diminta transfer lagi, tetapi tidak nongol-nongol, kasus ini sedang kita pelajari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya. (dil/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *