Raih Predikat WTP Kelima, Bima Arya: Kita Akan Kuatkan Melalui Digitalisasi Aset

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya dan Ketua DPRD Atang Trisnanto menerima langsung Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020 yang diserahkan oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat Agus Khotib di Bandung, Kamis (20/5/2021) Foto: Instagram @bimaarya

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat. Ini bukan kali pertama, penghargaan yang sama didapat Kota Bogor lima kali berturut-turut sejak 2016.

Wali Kota Bogor Bima Arya dan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menerima langsung Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020 yang diserahkan oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat Agus Khotib di Bandung, Kamis (20/5/2021).

Bima Arya mengatakan, WTP ini bukan hanya mempertahankan predikat, tapi juga untuk memperbaiki sistem yang ada demi terwujudnya pemerintahan yang melayani, transparan dan akuntabel.

“Opini WTP ini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran laporan keuangan. Betul yang dikatakan Pak Agus Khotib bahwa WTP ini bukan jaminan tidak adanya fraud. Fraud itu bisa dikarenakan tiga hal, fraud karena sistemnya, fraud karena alat atau fraud karena orangnya,” ungkap Bima Arya dalam sambutannya.

Baca Juga  General Manager Arema FC, Mewanti-Wanti Pemainnya Agar Tak Terpancing Emosi

“Kita yakin, rekomendasi dari BPK yang kemudian membimbing kita untuk ditindaklanjuti dan diminimalisir fraud tersebut sehingga tidak terjadi,” tambahnya.

Bima Arya mengakui, salah satu persoalan yang paling berat di Kota Bogor itu bagaimana memperbaiki penatausahaan aset. “Sangat tidak mudah. Kemarin tim KPK juga datang ke Bogor, khusus menyoroti hal yang sama. Ini yang harus kita benahi terus menerus bersama-sama dewan adalah penatausahaan aset,” ujar Bima.

“Daftar aset yang masih belum lengkap, sertifikasi yang masih belum maksimal dan lain sebagainya. Insya Allah kami tidak akan berhenti, sekarang di Kota Bogor kita percepat, kita akselerasi untuk digitalisasi aset. Jadi, kita bisa mengakses secara realtime aset dimana saja, statusnya bagaimana,” kata Bima. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *