Soal Polemik Tarif Retribusi Kebersihan Pasar TU Kemang, Ini Kata Bos Pasar

by -
Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir. (Foto:Dok Pasar Pakuan Jaya)

METROPOLITAN.id – Beberapa hari mengambil alih pengelolaan Pasar Tekhnik Umum (TU) Kemang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui tim terpadu sudah menerapkan tarif retribusi berbagai item. Mulai dari kebersihan hingga keamanan.

Diketahui tim terpadu bentukan Wali Kota Bogor Bima Arya itu salah satunya terdiri dari Dinas Perdagangan Perindustrian (Disperdagin) sebagai koordinator dan Perumda Pasar Pakuan Jaya sebagai pendukung pelaksana. Tim terpadu berjalan sementara sebelum Perumda Pasar Pakuan Jaya mengelola secara penuh.

Terkait penetapan tarif, Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir mengatakan bahwa untuk sementara pihaknya masih menggunakan tarif lama, yang ditetapkan PT Galvindo Ampuh (GA) sebagai pengelola lama.

Meski begitu, ia memastikan bahwa komando pengelolaan tetap berada dibawah kendali Pemkot Bogor, termasuk Perumda Pasar Pakuan Jaya.

“Sementara masih kita gunakan tarif lama dulu. Tapi pengelolaan sudah dibawah komando kita,” katanya kepada Metropolitan.id, Kamis (20/5).

Baca Juga  Pohon Rindang Ancam Siswa SDN Dewi Sartika 2

Untuk jumlah besaran pungutan kebersihan, pihaknya masih mengacu pada besaran yang lama yakni Rp7.500 per hari per pedagang/per lapak/los.

“Sudah kita sesuaikan, sementara Rp7.500 per hari,” imbuhnya.

Namun, ia memastikan besaran tarif tersebut beserta item pungutan lainnya hanya bersifat sementara karena masih dilakukan kajian untuk penetapan tarif nantinya. Termasuk pula terkait sistem baru yang akan dipakai.

“Masih kita lakukan koordinasi dan kajian untuk tarif dan sistem baru yang akan kita gunakan,” tukas Muzakkir.
sempat tersiar kabar ada perbedaan nilai antara bukti pembayaran uang kebersihan yang diberikan untuk pedagang dengan nilai yang tertera pada sobekan yang menjadi bukti untuk Perumda Pasar Pakuan Jaya.

Dari pada sobekan yang diberikan untuk pedagang yang didapatkan Metropolitan.id, tertera kop Pemkot Bogor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya dengan nomor SK. Dir. No 977/Kep.55-PPJ/2021, bertuliskan tarif Rp7.500 per hari per pedagang.

Baca Juga  Sempat Ketakutan, Korban Predator Seks Akhirnya Divisum

Namun dari sobekan yang menjadi bukti PPPJ, tertera Tarif Kebersihan dengan nomr SK yang sama, namun dengan angka RP7.000 per hari per pedagang.

Hal itu dibenarkan salah satu pedagang Pasar TU Kemang, Romli. Menurutnya, memang ada perbedaan tarif yang tertera pada bukti pembayaran untuk masing-masing pihak itu. Namun menurutnya, PPPJ menerangkan bahwa ada kesalahan penulisan. Ia juga mengaku selama dua hari ini, pihaknya membayar Rp7.000 per hari untuk tarif kebersihan.

“Betul itu. Tapi yang kita bayar sih Rp7.000 per hari. Sempat ramai karena ada perbedaan, tapi PD bilang itu kesalahan tulisan dan belum diperbaiki. jadi kita bayar mah tetap Rp7.000 dan bukan Rp7.500 per hari,” katanya kepada Metropolitan.id, Rabu (19/5).

Baca Juga  Pedagang Senang Pasar Citeureup Lebih Tertata

Selain kebersihan, ia juga membenarkan PPPJ sudah menarik retribusi keamanan sebesar Rp3.500 per hari per pedagang.

ia mengaku punya harapan besar kepada Pemkot Bogor melalui PPPJ agar bisa membenahi Pasar TU Kemang, ada beberapa hal yang masih sedikit mengganggu. Diantaranya tarif parkir yang masih berlaku dua kali dalam sekali masuk. Masih sama dengan saat pengelolaan PT GA

“Ya paling itu PR-nya, parkir harusnya sekali saja. Mungkin masih adaptasi dan pendataan, jadi belum ada perbaikan berarti. Lampu masih gelap, jalan masih rusak becek. Meskipun retribusi sudah dikenakan ya. Kedepan ini tentu harus diperbaiki biar pedagang dan pembeli nyaman,” ujarnya.  (ryn) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *