Tak Wajib, Mata Kuliah Startup Digital Opsional

by -

METROPOLITAN – Era di­gital menuntut pemerintah ikut mengembangkan kuri­kulum pendidikan yang rele­van. Termasuk menjadikan startup digital sebagai mata kuliah opsional yang bisa di­pilih setiap mahasiswa.

Ditjen Pendidikan Tinggi memastikan bahwa mata ku­liah startup digital bersifat opsional atau pilihan bagi mahasiswa. Artinya, mata kuliah tersebut tidak wajib bagi mahasiswa.

”Mata kuliah wajib itu ada empat, yakni Bahasa Indone­sia, Kewarganegaraan, Agama, dan Pancasila,” ujar Sesditjen Dikti, Paristiyanti Nurwarda­ni, melansir laman Ditjen Dikti, Selasa (18/5).

Dengan begitu, startup di­gital bukan menjadi mata kuliah wajib di perguruan tinggi. Hanya saja perguruan tinggi ingin menyempurnakan kurikulum yang relevan di era digital saat ini. ”Dengan me­nambahkan mata kuliah startup digital menjadi mata kuliah tambahan atau pilihan, maka dapat diputuskan se­cara otonom,” jelasnya.

Baca Juga  Empat Hari Kemendikbud Gelar FLS

Dia menegaskan, mata ku­liah startup digital menjadi bagian dari program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM), khususnya kegiatan wirausaha startup digital yang dapat diambil mahasiswa yang berminat menjalankan program tersebut. ”Secara nasional Ditjen Dikti dan Badan Riset SDM Kemenkominfo akan menyediakan modul berstan­dar nasional serta narasumber nasional dalam Diklat startup digital,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Kemen­dikbudristek akan mendorong mata kuliah startup digital pada 2022. Mata kuliah start­up digital merupakan bagian dari kolaborasi antara Ditjen Dikti dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Gera­kan 1.000 Startup Nasional.

Syarat dan cara mendaftar mata kuliah yang direncana­kan hadir pada 2022 ini akan tetap disiapkan mulai tahun ini. Hal itu untuk memberikan pelatihan startup kepada do­sen yang nantinya mengam­pu mata kuliah startup digital.

Baca Juga  3,6 Juta Paket Data Internet untuk PJJ Disalurkan

Selain itu, ia juga berharap mata kuliah startup digital bisa semakin memperkaya pilihan bagi mahasiswa dalam menjalankan program MBKM. ”Melalui hal ini nantinya ma­hasiswa bisa semakin mudah mengembangkan diri sesuai minat dan kompetensinya masing-masing agar bisa ber­saing di dunia kerja,” tuturnya.

Dia menambahkan, penam­bahan mata kuliah startup digital ini dilakukan untuk mendukung semangat pe­merintah dalam mendorong penyebaran startup yang lebih masif dan berkualitas. Hal ini dirasa sejalan dengan per­kembangan industri digital yang meningkat secara signi­fikan di Indonesia.

Menurutnya, Presiden Jo­kowi pernah mengatakan untuk mempercepat trans­formasi digital yang paling utama adalah sumber daya manusia (SDM).

Di Indonesia setidaknya butuh 9 juta talenta digital untuk 15 tahun ke depan. ”Ini penting sekali untuk melaku­kan transformasi digital, ne­gara kita membutuhkan ta­lenta digital sebanyak kurang lebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan,” katanya.

Baca Juga  Hebat! Pelajar SMK Harumkan Indonesia di Ajang Internasional

Untuk mendukung arah ke­bijakan Jokowi, Kemendik­budristek bersama Kemen­kominfo melakukan kolabo­rasi. Salah satunya membuat satu mata kuliah startup di­gital di lingkungan perguruan tinggi. (kps/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *