Tinjau Penyekatan Larangan Mudik di Kota Bogor, Wakapolda Minta Perketat Penjagaan Jalur Tikus

by -
Pemeriksaan yang dilakukan kepolisian terhadap kendaraan yang melintas saat larangan mudik di Kota Bogor. (Ist)

METROPOLITAN.id – Larangan mudik hari raya Idul Fitri resmi dijalankan hari ini. Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan melakukan peninjauan penyekatan yang dilakukan di Gerbang Tol Baranangsiang, Kota Bogor, Kamis (6/5).

Dalam kunjungannya ini, Eddy meminta agar penjagaan diperketat mulai dari jalur utama hingga ke jalur tikus.

“Semua kita prioritaskan dan semua berpotensi. Kita jaga ketat jalan tikus dan jalan utama. Semua kita prioritaskan,” katanya.

Untuk memaksimalkan penyekatan ini, ada 17 ribu personel kepolisian yang menjaga di setiap titik penyekatan se-Jawa Barat.

Ia menambahkan bahwa tidak ada prediksi peningkatan kendaraan di masa pelarangan mudik ini. Sebab menurutnya tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di mana diterjunkannya petugas bukan untuk memperlancar jalur mudik, melainkan untuk melakukan penyekatan.

Baca Juga  Bongkar Pungli Terminal, Pengusaha Bus Dikumpulkan

“Pokoknya kita sekarang tujuannya menyampaikan masyarakat untuk mencegah covid. Bukan memperlancar arus,” katanya.

“Beda dengan tahun-tahun, dulu kita sekarang makanya ada penyekatan. Kalau nggak mau disekat, nggak mau antri, ya jangan keluar. Nggak usah keluar, jangan mudik,” tutupnya.

Nekat Mudik, 172 Kendaraan Diputarbalik di Bogor

Berdasarkan data hari ini, ada 17 ribu kendaraan yang terjaring penyekatan se-Jawa Barat dan lima ribu diantaranya diputar balik. Sedangkan, untuk di Kota Bogor hingga Rabu (6/5) pukul 12.00 WIB, tercatat ada 471 kendaraan yang diperiksa di enam titik penyekatan.

Kapolresta Bogor Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro merinci 137 kendaraan roda empat dan 35 kendaraan roda dua diputar balik.

Baca Juga  Relawan Jokowi Bogor Target Menangi Pilpres

“Sampai pukul 12.00 siang tadi kami telah melakukan pemeriksaan sebanyak 471 kendaraan, 137 kendaraan roda 4 di putar balikan, kemudian 35 kendaraan roda dua juga di putar balik,” jelasnya.

Kendaraan yang diputar balikkan ini merupakan kendaraan yang diluar wilayah Aglomerasi Jabodetabek.

“Terbanyak itu adalah kendaraan dari Sukabumi maupun Cianjur. Jadi sama-sama plat F tetapi Cianjur karena di luar aglomerasi, maka kami berusaha untuk putar balik,” pungkasnya.(dil/c/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *