10 Kebohongan Wali Kota Bogor Bima Arya Versi Habib Rizieq

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya saat ditemui awak media usai sidang kasus Habib Rizieq di PN Jaktim, Rabu (14/4). (Dok. Diskominfo Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Saat membacakan nota pembelaan atau pledoi dalam persidangan kasus hasil swab RS UMMI Kota Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6) lalu, Habib Rizieq Shihab membeberkan kebohongan Wali Kota Bogor Bima Arya dalam kasusnya saat ia dirawat di Kota Bogor.

“Sepuluh kebohongan dan kelicikan Bima Arya,” ucap Rizieq saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam kasus hasil swab RS Ummi, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6)

Rizieq menjabarkan 10 tudingan itu sembari memberikan penjelasan sendiri tentang peristiwa yang terjadi. Berikut penjelasan Rizieq:

1. Bahwa benar Wali Kota Bogor Bima Arya datang ke RS Ummi tanggal 26 dan 27 November 2020 ke RS Ummi di malam hari bersama Satgas COVID-19, termasuk Kapolres dan Dandim Kota Bogor. Mereka disambut baik oleh RS Ummi dan dipertemukan dengan keluarga HRS, lalu musyawarah sepakat untuk selesaikan masalah secara kekeluargaan.

Faktanya

Tengah malam sepulang dari RS Ummi setelah rapat dengan tim Satgas yang di dalamnya ada Kapolres Kota Bogor, tiba-tiba Bima Arya berubah pikiran dan langsung menugaskan stafnya, yaitu Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syah, untuk buat laporan polisi pada tanggal 28 November 2020 pagi dini hari sekitar jam 02.00 WIB. Dan di dalam sidang Bima Arya mengaku bahwa ia lebih mengedepankan penyelesaian hukum daripada penyelesaian kekeluargaan, sehingga bertolak belakang dengan kesepakatan musyawarah yang ingin penyelesaian kekeluargaan.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 5,6 Sukabumi Terasa hingga Bogor, BPBD : Belum Ada Laporan Kerusakan

2. Bahwa benar Wali Kota Bogor Bima Arya janji kepada habaib dan ulama Kota Bogor bahwa laporan polisi akan dicabut.

Faktanya

Laporan polisi tidak pernah dicabut dengan alasan dilarang oleh Kapolda Jawa Barat.

3. Bahwa benar Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan bahwa RS Ummi tidak kooperatif dan tidak pernah melapor sampai saat Bima Arya hadir dalam sidang tanggal 8 April 2021.

Faktanya

Saat Wali Kota Bogor Bima Arya datang ke RS Ummi disambut baik dan sangat kooperatif, serta permintaan Bima agar saya tes PCR dipenuhi, serta Bima Arya minta kontak Tim MER-C yang melakukan tes PCR diberikan.

Laporan rekam medis pasien sudah disampaikan secara online dan real time ke Dinkes Kota Bogor dan Kemenkes RI sejak H+1 oleh Bagian Rekam Medis RS Ummi sesuai dengan aturan.

Laporan hasil tes PCR saya juga sudah dikirim juga secara online dan real time oleh Laboratorium RSCM ke Kemenkes RI pada 27 November 2020.

Jadi laporan tersebut bukan langsung ke Wali Kota atau ke Satgas COVID-19, karena Satgas COVID tidak berwenang mengambil rekam medis pasien dari rumah sakit.

Adapun laporan hasil PCR pasien ke Dinkes Kota Bogor baru disampaikan pada 16 Desember 2020 karena berkas pasien tersebut diambil petugas penyidik Kepolisian Polresta Bogor akibat laporan Bima Arya cs tanggal 28 November 2020, dan baru dikembalikan kurang-lebih dua minggu kemudian.

Baca Juga  Wandik Terpilih Wajib Bangun Karakter Siswa

Bahwa benar Wali Kota Bogor Bima Arya menuduh RS Ummi menghalangi tes PCR terhadap saya.

Faktanya

Saat RS Ummi sudah setuju Satgas COVID Kota Bogor yang ditugaskan Bima Arya untuk mendampingi tim MER-C untuk tet PCR saya. Namun, setelah diberi waktu bakda Jumat dan ditunggu hingga jam 14.00 WIB, ternyata Satgas COVID Kota Bogor tidak datang sehingga, atas permintaan saya, tim MER-C langsung melakukan tes PCR tanpa didampingi mereka karena khawatir bawa sampling tes PCR ke laboratorium terlambat. Sebab, saat itu hari Jumat akhir hari kerja.

5. Bahwa benar Wali Kota Bogor Bima Arya merasa dihalang-halangi oleh saya dan menantu Habib Hanif Alatas karena menurutnya menolak tes PCR ulang.

Faktanya

Saya keberatan tes PCR dua kali dalam waktu berdekatan dan Habib Hanif hanya menanyakan apa urgensi tes PCR dua kali dalam waktu berdekatan. Setelah dicecar pertanyaan dalam sidang, akhirnya Bima Arya mengaku bahwa sebenarnya saya dan Habib Hanif tidak menghalanginya, melainkan hanya mengarahkan agar komunikasi dengan tim MER-C yang telah melakukan tes PCR terhadap saya.

6. Bahwa benar Wali Kota Bogor Bima Arya sudah damai dengan RS Ummi dan janji tidak akan lanjut ke polisi.

Faktanya

Tetap lanjut ke polisi

7. Bahwa benar Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku hanya melaporkan RS Ummi saja.

Faktanya

Saya dan Habib Hanif dijadikan tersangka oleh polisi dan jaksa sehingga jadi terdakwa di pengadilan, bahkan Habib Hanif ditahan.

Baca Juga  Potensi Menjanjikan Budidaya Cacing Sutera di Cikaret Bogor

8. Bahwa benar Wali Kota Bogor Bima Arya dalam sidang pada awalnya mengaku sudah dapat janji dari Habib Hanif tentang laporan hasil PCR.

Faktanya

Setelah dicecar dengan pertanyaan dalam sidang oleh Habib Hanif, akhirnya mengaku bahwa yang janji adalah tim MER-C, bukan Habib Hanif.

9. Bahwa benar Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku menindak tegas semua pelanggar prokes di Kota Bogor

Faktanya

Hanya RS Ummi dan saya serta Habib Hanif yang dipidanakan hingga disidangkan ke pengadilan.

10. Bahwa benar Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku bahwa jika ada seseorang yang tidak tahu dirinya sakit lalu mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, kemudian setelah diperiksa dokter ternyata dia sakit, maka orang tersebut tidak bisa disebut berbohong karena tidak tahu.

Faktanya

Khusus untuk saya tetap disebut berbohong walaupun tidak tahu.

Diketahui Habib Rizieq Shihab dituntut 6 tahun penjara lanraran diyakini jaksa menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS UMMI Bogor hingga menimbulkan keonaran.

Dalam pertimbangannya, jaksa mengatakan Habib Rizieq terbukti menyiarkan berita bohong dengan cara menyebarkan video yang menyatakan bahwa keadaannya saat itu sehat. Padahal saat itu Habib Rizieq terpapar Covid-19.

Habib Rizieq diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (dtk/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *