Banyak yang Bandel, Moratorium Mini Market Harus Diperketat, Bukan Dicabut

by -

METROPOLITAN.id – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bogor Heri Aristandi meminta moratorium mini market di Kabupaten Bogor diperketat, bukan dicabut. Hal ini menyusul mencuatnya rencana pencabutan moratorium mini market dan masih banyaknya mini market yang membandel.

Menurut Heri, moratorium mini market yang diberlkukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga masih setengah hati. Dari 40 kecamatan yang ada, moratorium hanya diberlakukan di 20 kecamatan.

Heri menilai, moratorium mini market harusnya dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Tujuannya, agar tidak mengikis sektor usaha masyarakat kecil yang kian hari terus tergerus. Selain itu, keberadaan mini market juga kerap menyalahi perizinan dan berdiri di lokasi yang bukan peruntukannya.

Baca Juga  Penguatan Ekspor-Impor Melanjutkan Tren Pemulihan Ekonomi

Saat ini, meski telah dimoratorium, dirinya kerap mendapat aduan adanya minimarket yang terus dibangun. Bahkan, Heri menemukan ada perbedaan data jumlah minimarket di Bumi Tegar Beriman dari beberapa dinas yang mengeluarkan izin.

“Bahkan ada laporan ratusan yang bodong karena izin belum lengkap tapi sudah dibangun. Ada juga yang peruntukan izinnya berbeda. Ini yang sedang kami cek kebenarannya. Jangan sampai ada kebocoran perizinan,” ungkap Heri.

Heri menegaskan, moratorium ini perlu dikaji agar aturannya berpihak kepada kepentingan masyarakat. Sehingga, program pemulihan ekonomi yang sedang diupayakan juga bisa berjaan sesuai harapan.

“Sekarang kalau kita lihat keberadaan mini market ini sudah menjamur hingga ke desa dan perkampungan. Moratorium ini tidak jelas kebijakannya, harus di kaji ulang. Jangan sampai keberadaan mini market malah mematikan usaha kecil warga,” tegas Heri, Rabu (23/06). (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *