Belum Maksimal Jadi Sentra Kuliner Legendaris Bogor, Dedie Rachim : Harus Ada Perbaikan di Teras Surken

by -
Dok. Prokompim Kota Bogor

METROPOLITAN.id – Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau sentra kuliner Teras Surken di kawasan Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Senin (14/6). Dalam kunjungannya itu, ia melihat banyak yang harus dilakukan guna memperbaiki dan meningkatkan minat serta geliat ekonomi di lokasi yang awalnya diproyeksikan sebagai sentra kuliner legendaris Kota Bogor.

Dedie Rachim mengakui harus ada perbaikan-perbaikan agar Teras Surken bisa betul-betul jadi destinasi wisata kuliner khas Kota Bogor.

“Kami ingin Teras Surken bisa betul-betul dijadikan destinasi wisata kuliner. Jadi nanti akan ada perbaikan – perbaikan di sini,” katanya, Selasa (15/6).

Menurutnya, konsep awal berdirinya Teras Surken yakni sebagai tempat memudahkan wisatawan yang ingin menikmati makanan kuliner legendaris Bogor. Seperti Soto, Laksa, Toge Goreng, Cungkring, Bir Kotjok, Es Pala, Asinan dan lain-lain.

Baca Juga  Nggak Punya Satgas Covid-19, Sekolah Nggak Bisa Gelar PTM

Dedie Rachim juga sempat menampung aspirasi tenan Teras Surken dan akan melakukan perbaikan seperti semula.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir mengatakan, kunjungannya bersama wakil wali Kota Bogor ke Teras Surken untuk melihat langsung kondisi Teras Surken, yang mana ke depan banyak pekerjaan rumah (PR) dan harus dirapikan kembali.

“Saat ini dari total 35 tenant yang ada di Teras Surken, diantaranya lima tenant kosong dan beberapa tenant berjualan seenaknya, kadang buka, kadang tutup. Rata-rata yang buka setiap hari hanya 15-20 tenan paling banyak,” ujar Muzakkir.

Muzakkir menuturkan, pihaknya akan merapikan hal ini sesuai aturan yang dibuat. Diakuinya aturan memang agak sedikit longgar karena tenant di Teras Surken merupakan UMKM yang harus dibantu. Namun ke depan ia akan membuat aturan baru yakni semua tenan wajib buka semua setiap hari.

Baca Juga  Koperasi Karya Mandiri Beri Pinjaman tanpa Bunga

“Pedagang yang tidak bisa mengikuti mau gak mau akan dikeluarkan dan kami akan cari yang lebih siap untuk berjualan full di Teras Surken,” tegasnya.

Ia melanjutkan, Perumda juga akan membantu dari sisi promosi termasuk mengevaluasi komitmen dari Sosro. Pasalnya, kerja sama dengan Sosro berlangsung selama dua tahun. Jika Sosro tidak siap memperbaiki Teras Surken pihaknya akan mencari vendor lain yang bisa memperbaiki.

“Kami ingin satu bulan ke depan Teras Surken kembali penuh dan normal kembali,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan Tenant Teras Surken Edi Nugroho mengatakan, ia dan pedagang lainnya di Teras Surken meminta agar Teras Surken dipulihkan alias dirapikan tak lepas dari desain Teras Surken yang mana saat hujan, pengunjung memilih berteduh di tempat lain. Ditambah posisi Teras Surken yang diapit Pasar Bogor dan Suryakencana.

Baca Juga  Jalan ke Stadion Pakansari Banjir

Padahal Teras Surken merupakan project percontohan dari Wali Kota Bogor sebagai wisata kuliner di Kota Bogor.

“Sudah berjalan dari Agustus, hampir 10 bulan disini, triwulan pertama, triwulan kedua berjalan tapi sekarang tenant berkurang karena seleksi alam. Ada yang mundur karena promosi kurang dan Pandemi yang membuat pendapatan tenan menurun. Alhamdulillah. Pak wakil, Perumda Pasar dan dinas terkait mencoba membuat formulasi bagaimana Teras Surken bisa berjalan kembali, parkirnya, promosi dibantu BJB dan Sosro,” tutupnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *