Bima Arya Pastikan Tidak ada Tekanan atas Pelaporan RS UMMI Bogor ke Polisi

by -

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya memastikan tidak ada tekanan terhadap Satgas Covid-19 Kota Bogor atas pelaporan RS UMMI ke aparat kepolisian. Hal itu diungkapkan Bima Arya sekaligus menjawab dugaan adanya intervensi terhadap Satgas Covid-19 Kota Bogor atas pelaporan RS UMMI ke aparat kepolisian, yang berujung Habib Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka.

“Insya Allah saya secara pribadi sebagai Ketua Satgas memastikan bahwa tidak ada tekanan kepada Satgas dalam melakukan langkah-langkah kami,” kata Bima Arya di hadapan para massa aksi simpatisan Habib Rizieq di pintu masuk gedung DPRD Kota Bogor Jumat (11/6) sekitar 17:32 WIB.

“Tidak ada apapun faktor-faktor yang membuat kami melakukan langkah-langkah itu. Jadi Insya Allah kita akan berpegang kepada aturan,” sambungnya.

Baca Juga  Bima Arya Ajak Mahasiswa Jadi Wirausaha

Saat ini, dilanjutkan Bima Arya, pihaknya akan membuka komunikasi dengan semua pihak.

“Kita akan membuka komunikasi dengan semua dan kita Insya Allah akan selalu tabayun kepada semua pihak agar tidak ada yang menganggu kebersamaan,” ucapnya.

“Bagi kami penghormatan kepada ulama sangat harus dilakukan,” tandas Bima Arya.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 Kota Bogor melaporkan pimpinan RS UMMI ke Polresta Bogor Kota, Sabtu (28/11) dini hari. Laporan ini dilakukan karena Satgas Covid-19 merasa di­halang-halangi saat akan melakukan swab test terhadap Habib Rizieq Shihab yang sudah dirawat di RS Ummi sejak beberapa hari lalu.

Informasi yang diterima Metropolitan, laporan Satgas Covid-19 Kota Bogor ini bern­omor LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA. Adapun yang melaporkan kejadian ini adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Agus­tian Syah.

Baca Juga  Bima Arya Ungkap Sebab Kota Bogor Masih Zona Merah Covid-19

Pelaporan dilakukan setelah Tim Satgas Covid-19 Kota Bogor datang ke RS UMMI pada Jumat (27/11) pukul 18:00 WIB. Kedatangan mereka untuk melakukan swab test pada salah satu pasien yang dirawat di RS Ummi yang disinyalir adalah Habib Rizieq Shihab. Pasien tersebut ter­masuk salah satu yang di­duga terpapar Covid-19 dari klaster Petamburan, Jakarta Pusat.

Akan tetapi, saat tim Satgas hendak mencaritau tentang riwayat penanganan pasien, pihak RS Ummi tidak mem­berikan penjelasan secara utuh proses penanganan pa­sien tersebut. Akibat kejadian ini, Satgas Covid-19 Kota Bo­gor tidak dapat melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19 dan selanjutnya melaporkan ke­jadian ini ke Polresta Bogor Kota.

Baca Juga  Bansos Hanya Cukup Untuk Dua Minggu Bagi Warga Bogor

“(dilaporkan karena) ketidak terbukaannya dalam mem­berikan informasi kepada petugas Satgas Covid-19, se­hingga dianggap mengham­bat,” kata Agustian Syah saat dihubungi Metropolitan. “(dilaporkan) atas nama Sat­gas Covid Kota Bogor,” sam­bungnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *