Bima Arya Putuskan PNS Kota Bogor 100 Persen WFH Selama Sepekan

by -
ILUSTRASI Balai Kota Bogor. (Foto:Sandika/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Kasus positif Covid-19 di Kota Bogor masih menunjukan tren peningkatan, di mana hingga Minggu (27/6), kasus positif aktif Covid-19 di Kota Bogor mencapai 3.003 kasus.

Alhasil, Wali Kota Bogor Bima Arya memutuskan untuk menberlakukan 100 persen Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk seluruh PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Kebijakan tersebut bakal berlaku sejak Selasa (29/6) hingga satu pekan kedepan. Hal itu diungkapkan usai melantik ratusan pejabat Pemkot Bogor di kawasan Jalan R3, Kecamatan Bogor Timur, Senin (28/6).

“Saya minta semua untuk jaga kesehatan. Prokes (Protokol Kesehatan, red)-nya, karena kita garda terdepan. Saya juga minta disiapkan konsep WFH (Work From Home, red) 100 persen. Mulai besok sampai satu minggu kedepan, 100 persen ASN di Kota Bogor itu WFH,” katanya.

Baca Juga  Warga Bogor Selatan Terdampak Rel Ganda Diguyur Rp44,1 Miliar

Ia menambahkan, seluruh kantor-kantor di lingkungan Pemkot Bogor akan ditutup dulu, kecuali sektor-sektor atau dinas yang langsung berfungsi melayani publik. Diantaranya Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Dalam beberapa hari kedepan kita akan terapkan itu. Kita mulai dengan ASN pemerintahan kota dulu. Saya minta Bagian Hukum, Bu Sekda, untuk mengkaji itu,” ujar Bima Arya.

Apalagi, sambung dia, lonjakan kasus terjadi karena akumulasi dari berbagai faktor. Seperti mobilitas termasuk mudik, rekreasi hingga bekerja.

Namun, ia menekankan mungkin itu tidak akan maksimal ketika tidak diiringi kebijakan yang lebih tegas, lebih ketat dalam hal pembatasan aktivitas warga di tingkat yang lebih makro.

“Saya kira pemerintah pusat harus berani mengambil langkah-langkah kebijakan yang lebih ketat, mungkin tidak dipukul rata secara nasional tapi bisa diberlakukan sesuai kedaruratan wilayahnya,” tukasnya.

Baca Juga  Pedagang Blok F Kirim Keranda Mayat ke Gedung Dewan

“Misalnya, pembatasan lebih ketat di Jabodetabek, pembatasan yang lebih ketat di Bandung Raya, pembatasan lebih ketat di Gerbangkertosusila dan sebagainya. Jadi sifatnya berbasiskan regional yang paling terdampak dengan status zona yang kebanyakan merah,” beber Bima Arya

Bima Arya pun eminta pemerintah pusat untuk mengeluarkan kebijakan yang lebih ketat dalam mengendalikan laju kasus Covid-19 yang makin tak terkendali.

Alasannya, terlihat dari data tingginya angka kasus positif, meningkatnya angka kematian, hingga tenaga kesehatan yang bertumbangan karena terpapar.

“Situasi Covid-19 sudah sangat mengkhawatirkan. Sudah nyaris melampaui kapasitas kita semua untuk menangani kalau tidak ada langkah-langkah yang luar biasa. Data di Kota Bogor, lonjakannya luar biasa. Sudah di kisaran 300-an kasus per hari, yang masih sakit 3.023 kasus. BOR kita di banyak rumah sakit hampir full. Di RSUD sendiri sudah hampir 100 persen,” ungkapnya. (ryn)

Baca Juga  Moge Pelanggar Ganjil Genap Disanksi Rp250 Ribu, Bima Arya : Itu Kena Denda Maksimal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *