Bima Arya Siap Buka Dialog dengan Pendemo Bebaskan Habib Rizieq

by -

METROPOLITAN.id – Tuntutan pendemo bebaskan Habib Rizieq Shihab bertemu dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya menemui titik terang. Bima Arya dipercaya siap membuka dialog dengan para pendemo.

Hal itu diketahui saat Bima Arya ditelepon langsung Habib Mahdi Assegaf selaku perwakilan pendemo di depan pengunjuk rasa di Balaikota Bogor, Rabu (9/6).

Untuk diketahui, dalam sambungan teleponnya, Bima menyerahkan soal pertemuan ini ke Habib Mahdi Assegaf. Di mana, diputuskan pertemuan untuk dialog antara Bima Arya dan pendemo bebaskan Habib Rizieq akan berlangsung Jumat (11/6).

Namun pada kesempatan ini, Bima memberikan catatan agar pertemuan dilakukan secara terbatas dan memperhatikan protokol kesehatan (Prokes).

Sementara itu, Habib Mahdi Assegaf membenarkan jadwal rencana pertemuan yang bakal dilaksanakan pada Jumat (11/6) nanti.

Baca Juga  Bangun Ibu Kota Baru, Bima Arya Dimodali Tanah Rp345,7 M

“Jumat. Habis salat Jumat, jam 1 siang untuk berdialog,” kata Habib Mahdi Assegaf kepada para pendemo, Rabu (9/6.

Meski demikian, Habib Mahdi Assegaf mengingatkan, apabila pertemuan dialog ini tidak ada kepastian atau batal terjadi, pihaknya akan mengerahkan ribuan orang untuk melakukan aksi unjuk rasa kembali di Balaikota Bogor.

“Kalau tidak ada kepastian, jangan salahkan saya menurunkan ribuan orang. Saya masih memperhatikan prokes tapi kalau tidak ketemu solusi dan keadilan maka jangan salahkan umat akan kumpul dan duduk ditempat ini (Balaikota) dengan jumlah yang tidak terbatas,” ingatnya.

“Pada dasarnya Habib Rizieq Shihab satu detik pun tidak berhak ditahan. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan membuahkan hasil yang baik dan Habib Rizieq Shihab tidak di vonis apapun,” tandasnya.

Baca Juga  Flyover Martadinata Belum SLF tapi Sudah Diuji

Untuk diketahui, mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus menghalang-halangi tugas Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor di Rumah Sakit Ummi.

Jaksa beranggapan jika Rizieq telah terbukti bersalah menyebarkan berita bohong atau hoaks.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq Shihab selama 6 tahun penjara dan dipotong masa penahanan terdakwa,” kata salah satu jaksa membacakan tuntutan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (3/6).

Jaksa menjelaskan, tuntutan 6 tahun penjara ini akan dikurangi dengan masa penahanan Rizieq terhitung sejak 12 Desember 2020. Jaksa beranggapan Rizieq telah memenuhi pasal penyebaran hoax.

“Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq Shihab terbukti secara sah dan menyakinkan menyebarkan berita bohong secara dengan sengaja hingga timbulkan keonaran di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga  Ngantor di Genteng, Bima Dihujani Aduan

Adapun hal yang memberatkan tuntutan kepada Rizieq yakni dia pernah dipenjara dua kali. Rizieq dianggap tidak pernah mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dan dia dianggap tidak bisa menjaga sopan santun dan berbelit dalam memberikan keterangan di persidangan.

Tuntutan kepada Rizieq sesuai dengan Pasal 14 ayat (1), ayat (2), Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (cr1/c/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.