Halalbihalal TP PKK, Bima Arya Ingatkan Perbedaan

by -

METROPOLITAN – Tim Peng­gerak Pemberdayaan Kesejah­teraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor menggelar halal­bihalal di kantor PKK Kota Bogor, Jalan Perintis Kemer­dekaan, Kota Bogor, Rabu (9/6).

Acara yang dibuka Wali Kota Bogor Bima Arya itu turut diikuti TP PKK tingkat kelurahan secara Zoom Mee­ting. ”Alhamdulillah bisa melaksanakan halalbihalal. Saya ucapkan mohon maaf lahir batin,” ujar Ketua TP PKK Kota Bogor, Yane Ardian.

Yane mengaku banyak hal yang bisa diambil selama men­jalankan ibadah puasa di Bu­lan Ramadan. Salah satu yang terpenting yakni hikmah untuk menahan diri. Pasalnya, se­lama Ramadan, umat muslim harus menahan diri untuk tidak makan, minum, dan menahan diri dari melakukan hal yang sia-sia.

Baca Juga  Kota Bogor Zona Merah Lagi, Ini Penyebabnya

”Kita berlatih menahan diri. Semoga sabar dan syukur bisa terus ditanam dalam diri, dan amalan di Ramadan bisa dilanjutkan di bulan seterus­nya,” imbuh Yane.

Senada, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, se­suai tema halalbihalal yakni mempererat ukhuwah insa­niyah, ia mengaku merasa bangga.

Ia menyebut ada tiga jenis ukhuwah (persaudaraan, red). Sebut saja ukhuwah islamiyah yakni persaudaraan sesama muslim. Ukhuwah wathoniah yakni persaudaraan karena kesamaan geografi. Dan uk­huwah insaniyah ini yakni persaudaraan seluruh dunia tanpa memandang agama dan negara.

”Ukhuwah insaniyah ini mak­nanya besar. Terkadang se­sama muslim saja tidak mudah, ada konflik. Apalagi sesama warga Kota Bogor dan sesama Indonesia pasti lebih sulit,” katanya.

Baca Juga  Pemkot Apresiasi Komunitas Bogor Mengabdi

Ia menuturkan, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 48. “Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (sa­ja), tetapi Allah hendak men­guji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya ke­padamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Dan di surah Al-Hujurat ayat 11, Allah melarang mencela dan mengolok-olok orang lain.

”Jadi di Alquran bertebaran berbagai ayat perintah Allah tentang perbedaan dan ke­beragaman, persoalannya kita istiqamah tidak, kita paham tidak, kita mau tidak, kita sang­gup tidak?” tanya Bima Arya.

Bima Arya menjelaskan, di Bogor punya modal besar da­lam mengelola perbedaan. Ia pun sangat bahagia ketika ada perlombaan semua perbe­daan ditanggalkan dan ber­satu demi memenangkan lomba. Jadi lomba bukan se­kadar penghargaan tapi untuk mempersatukan.

Baca Juga  Bima Minta Kejari Usut Tuntas Kasus Kegiatan Fiktif Di KPU

”TP PKK Kota Bogor sejak 2014 banyak sekali menang lomba, ini karena PKK solid dan kuat kebersamaannya. Solidaritas dan kebersamaan yang sudah dibangun ini se­moga bisa terus dijaga sete­rusnya,” harapnya. (*/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *