Imbas Disdukcapil Kena Hack, Dedie A Rachim: Sabar, Kita Perbaiki Dulu Sistemnya

by -

METROPOLITAN.id – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyikapi persoalan server milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor yang dihack sehingga mengakibatkan pelayanan pengurusan pembuatan dokumen kependudukan dilakukan secara manual atau offline.

“Bukan diretas tapi dijual kali ya. Tapi saya juga ga ngerti lah. (Intinya) saya dengan Pak Wali sudah mengintruksikan kepada Kadisdukcapil untuk tidak dulu menggunakan jaringan internet yang tidak secure (aman),” kata Dedie A Rachim kepada wartawan, Kamis (10/6).

“Jadi kalau memang mau betul-betul mengakses data Dukcapil nanti kita perbaiki dulu sistem aksesnya, jadi kita tidak pakai data yang unsecure,” sambungnya.

Atas persoalan itu, Dedie meminta maaf kepada warga Kota Bogor lantaran imbas perbaikan sistem server di Disdukcapil Kota Bogor, pelayanan pembuatan dokumen kependudukan dilakukan secara manual atau offline.

Baca Juga  Puluhan Nakes Terpapar Covid-19, Dua Puskesmas di Bogor Ditutup

Diantaranya, pendaftaran e-KTP, akta kelahiran, maupun urusan dokumen lainnya. Di mana, masyarakat diminta untuk langsung menyambangi kantor dinas atau kecamatan.

“Jadi kita cari sedapat mungkin agar update datanya betul-betul aman untuk warga agar tidak ada lagi data yang kemudian bisa diubah yang beresiko tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya, Disdukcapil Kota Bogor untuk sementara meniadakan layanan online untuk segala urusan pembuatan dokumen kependudukan bagi warga. Hal ini dilakukan menyusul imbas server milik Disdukcapil Kota Bogor dihack sehingga mengakibatkan data penduduk bocor.

Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan, sesuai arahan dari Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahwa untuk layanan online agar diberhentikan sementara.

Baca Juga  Dedie Rindukan Buka Puasa Bareng Keluarga

“Iya jadi (layanan kependudukan) yang menggunakan internet publik seluruh Indonesia untuk sementara untuk dimatikan, jadi sikancil di Kota Bogor juga off dulu ya, sabar dulu ya,” katanya.

Dijelaskannya, meski layanan online ditiadakan untuk sementara, Disdukcapil Kota Bogor tetap membuka layanan kependudukan seperti biasa.

“Iya kalau pakai Sikancil itu kan tinggal input data kemudian tinggal ambil, nah sekarang pakai manual dulu seperti dulu lagi, jadi pemohon datang langsung,” ucapnya.

Saat ini, dituturkan Sujatmiko, Disdukcapil Kota Bogor terus melakukan perbaikan dan evaluasi sistem yang ada sambil menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat.

Ia pun memastikan meski pelayanan kembali ke manual tidak akan menimbulkan kepadatan atau kerumunan. Karena, untuk pemohonan KTP sendiri saat ini hampir seluruhnya telah rampung.

Baca Juga  Klaster Keluarga Biang Keladi Kota Bogor Jadi Zona Merah Covid-19

“Untuk KTP sudah 99 persen dan untuk yang tidak bisa datang langsung juga kita melakukan perekaman mobil seperti lansia orang sakit dan lain-lain itu kita datangi. Untuk pelajar juga kita datangi sekolah-sekolah jadi dikordinir oleh sekolah,” ujarnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *