Jadi Polemik, PT KAI Batalkan Rencana Penutupan Perlintasan Kereta Api Jalan MA Salmun Bogor

by -
Perlintasan kereta api di Jalan MA Salmun Kota Bogor rencananya akan ditutup total. (Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Setelah menimbulkan polemik di masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta akhirnya menunda rencana penutupan permanen pintu perlintasan kereta api di Jalan MA Salmun, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Awalnya penutupan akan dilakukan pada Selasa (15/6) sekitar pukul 20:00 WIB. Sebelum terealisasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor buru-buru meminta PT KAI Daop 1 Jakarta untuk menunda kebijakan tersebut.

Hal itu dibenarkan Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, bahwa PT KAI menunda rencana penutupan pintu perlintasan kereta api di Jalan MA Salmun. Menurutnya, penundaan tersebut berkaitan dengan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

“Betul. masih dalam tahap kordinasi kewilayahan,” katanya.

Baca Juga  Dewan Dapil Lima Reses di Rumpin

Saat disinggung soal kepastian rencana penutupan pintu perlintasan, ia mengaku akan segera diumumkan kembali.

Terkait rencana penutupan, kata dia, hal tersebut memang sudah diprogramkan untuk menjamin keselamatan bersama baik keselamatan perjalanan KA dan Masyarakat sekitar.

“Program ini sudah dikordinasikan bersama Pemkot, Dishub dan pihak berwajib kewilayahan,” katanya.

Penutupan sendiri berdasarkan surat yang dikeluarkan PT KAI dengan nomor KA.203/VI/1/DO.1-2021 tertanggal Jakarta 8 Juni.

Adapun acuannya merujuk pada Undang-undang 23/2007 tentang perkeretaapian.

Lalu, Undang-undang 22/2009 tentang LLAJ. Serta, Peraturan Pemerintah nomor 56/2009 tentang penyelenggaraan perkeretaapian.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana untuk melakukan penutupan secara permanen perlintasan kereta di Jalan MA Salmun, Kota Bogor, Selasa (15/6).

Baca Juga  Inspektorat Usut Proyek Jalan Bomang

Namun hal itu pun menimbulkan polemik di masyarakat lantaran akses jalan tersebut sering digunakan menuju ke Pasar Kebonkembang. Warga setempat pun membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap kebijakan tersebut karena akan menyulitkan akses lalu lintas warga.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bogor Bima Arya pun meminta camat untuk berdialog dengan warga agar ada titik temu. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh dipaksakan bila ditolak warga karena dianggap menyulitkan.

“Kita minta camat berdialog dengan warga, nanti titik temunya dengan warga. Intinya tidak boleh dipaksakan,” katanya kepada awak media, Senin (15/6).

Sementara itu, Sekretaris Lurah Cibogor Andi Lesmana mengakui ada pro kontra dari warga menanggapi rencana penutupan perlintasan kereta yang otomatis menutup akses lalu lintas warga.

Baca Juga  DPRD Sarankan Warga Lapor Ke Ptun

Dari informasi yang ia dapat, PT KAI sudah mengirimkan surat atau informasi terkait kebijakan penutupan perlintasan kereta kepada pihak kewilayahan, mulai dari RW, tokoh masyarakat, kelurahan hingga Babinkamtibmas.

“Ada sekitar dua mingguan sudah ngirim surat juga sudah kasih info. Itu yang kesana mungkin perwakilan dari RW dan tokoh tokohnya juga, didampingi Babinmas. Jadi minimal informasi nya tidak simpang siur, Babinmas juga ikut mendengarkan,” tandasnya.

Meski begitu, ia mengaku sampai saat ini belum mengetahui dengan jelas tujuan dari kebijakan penutupan perlintasan kereta api tersebut.

“Terkait alasannya ditutup kita juga tidak tahu,” tandasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *