Ketua DPD KNPI Kota Bogor Sapta Bela Sentil Bima Arya Soal Klaster Covid-19

by -

METROPOLITAN.id – Lonjakan angka pasien covid19 di Kota Bogor hingga saat ini terus mengalami peningkatan. Terlebih, rendahnya penegakan protokol kesehatan (prokes) yang kesannya terasa tebang pilih, semakin menambah angka penderita pasien covid19.

Padahal, pemerintah pusat hingga daerah sudah menggelontorkan dana yang tak sedikit.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang di nahkodai Bima Arya pun, sudah banyak membentuk satuan tugas (satgas) pengendali covid19. Namun, semua itu terkesan percuma setelah beberapa hari terakhir lonjakan covid19 diklaster perumahan Griya Melati, pondok pesantren dan puluhan tenaga kesehatan (nakes) Kota Bogor terpapar covid19.

Kesan ketidakseriusan pemerintah kota dalam menanggulangi virus asal tiongkok itu kembali dipertayakan.

Baca Juga  Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Petinggi PAN Ngumpul di Bogor

Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Sapta Bela pun angkat bicara. Ia mengingatkan, Pemkot Bogor agar bisa mengendalikan penyebaran Covid-19 dan juga menyerukan kepada masyarakat terutama mereka yang berada di pelayanan publik, agar tetap memperhatikan tenaga kesehatan hingga penerapan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitasnya.

“Pemkot Bogor harus melakukan tracking dan treatment dilapangan. Semua tim satgas yang dibentuk harus terus bergerak demi menekan penyebaran covid19 hingga ke tingkat RT,” tegas Sapta Bela.

Tak hanya itu, masyarakat pun harus berperan aktif dan jangan mengendorkan prokes serta harus berupaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 sehingga tidak berdampak buruk bagi perkembangan kehidupan.

Baca Juga  Harga Telur Perlahan Naik

Apalagi, sambung Sapta, saat ini masyarakat dalam melakukan sejumlah aktivitasnya dalam bekerja untuk tetap memperhatikan prokes.

“Sejumlah klaster penyebaran covid19 yang bermunculan ini adalah peringatan bagi kita semua agar tidak mengabaikan ancaman pandemi,”  pungkas Sapta. (yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *