Khawatir Keamanan PTM, Orangtua Murid di Bogor Curhat ke Dewan

by -

METROPOLITAN.id – Sejumlah orangtua murid menyambangi kantor DPRD Kota Bogor pada Kamis (10/6). Kedatangan mereka untuk mengadukan terkait keamanan protokol kesehatan (Prokes) penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya bakal diselenggarakan pada Juli mendatang.

“Kami datang kesini untuk meminta anggota dewan dapat memastikan keamanan penyelenggaraan PTM. Minimal kita tau bagaimana mekanisme penanganan Covid-19 ketika ada anak yang terpapar,” kata pria berbaju kotak-kotak itu di ruang rapat komisi DPRD Kota Bogor.

Menanggapi itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Said Muhamad Mohan menyebut, orangtua yang mengadukan kegelisahannya tentang keamanan pelaksanaan PTM ini merupakan orangtua murid dari SMPN 1 Kota Bogor. Mereka, menanyakan bagaimana mekanisme penanganan kasus di sekolah.

Baca Juga  Perjuangan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Atty Soemadd ikarya Akomodasi Keluhan Masyarakat terkait Peraturan BPJS

“Saya jelaskan, nantinya jika ada kasus positif maka akan langsung ditangani oleh Dinkes melalui Puskesmas terdekat. Namun hal tersebut tidak dijelaskan oleh pihak sekolah kepada orang tua murid saat sosialisasi PTM, jadi kami komisi IV jelaskan kembali,” kata Mohan.

Bukan hanya itu, Mohan juga mengungkapkan bahwa orang tua murid masih khawatir terhadap penerapan prokes sebelum masuk sekolah. Para orang tua murid menyarankan agar dilakukan rapid tes agar tidak terjadi penularan di sekolah.

Karena kasus OTG masih menjadi momok bagi para orang tua yang khawatir anaknya terpapar dari siswa lain yang tidak ketahuan membawa virus.

“Saya sampaikan memang betul sempat kami sampaikan hal itu ke Kadisdik, bagaimana kalau dilakukan rapid test terlebih dahulu. Tapi Kadisdik sudah komunikasi dengan Kadinkes, hal itu tidak memungkinkan karena berapa banyak alat rapid test yang dibutuhkan, sedangkan saat pulang kalau mau fair ya harus di rapid lagi,” imbuhnya.

Baca Juga  Perjuangan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Atty Soemadd ikarya Akomodasi Keluhan Masyarakat terkait Peraturan BPJS

“Nah itu memang kekhatwatiran terutama yang OTG yang tidak terdeteksi dengan thermo gun itu bisa saja menjadikan klaster baru,” tandasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *