Kota Bogor Kembali Berlakukan Ganjil Genap Akhir Pekan Ini, Ada Penyekatan di Lima Titik

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Forkopimda saat menemui awak media terkait lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bogor. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Buntut dari lonjakan kasus Covid selepas libur Lebaran, Kota Bogor kini resmi ‘tarik rem’ dengan menerapkan berbagai pengetatan. Salah satunya dengan penerapan kembali kebijakan Ganjil Genap di Kota Bogor.

Kebijakan itu akan diterapkan pada dua hari di akhir pekan mendatang. Hal itu diungkapkan Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro.

Menurutnya, Satgas Covid-19 Kota Bogor akan memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di tingkat RT dan RW. Mengantisipasi tren penyebaran virus corona di Kota Bogor yang tengah meningkat.

“Pada situasi makro, Satgas Penanganan Covid-19 akan melaksanakan Ganjil Genap kembali. Yang membedakannya, pelaksanaanya waktunya relatif lebih panjang yakni dimulai sejak pada pukul 10:00 hingga 16:00 WIB. Berlaku pada hari Sabtu dan Minggu,” katanya di RSUD Kota Bogor, Rabu (16/6).

Baca Juga  Masih Zona Merah, Aktifitas Perkantoran Di Kota Bogor Dibatasi

Selain itu, pihaknya akan membuat titik sekat untuk membatasi mobilitas warga di lima titik. Yakni di pertigaan Terminal Baranangsiang, Jalan Pajajaran depan Restoran Bumi Aki, lalu di kawasan Taman Air Mancur, Simpang Jalan Empang dan Jembatan Merah.

“Untuk yang di Empang, kami juga sekaligus rekayasa lalu lintas sehingga nantinya satu arah dari Jalan Otista ke arah Empang,” imbuhnya.

Dengan dua hal tersebut, dirinya berharap penguatan mikro pembatasan mikro maupun pembatasan yang dilakukan makro itu dapat berjalan baik.

Sebelumnya, Kota Bogor kini menghadapi babak baru dalam penanganan Covid-19. Kekhawatiran adanya lonjakan kasus selepas libur Lebaran rupanya benar-benar terjadi.

Hingga Selasa (15/6), kasus positif Covid aktif di Kota Bogor mencapai 756 orang. Hal itu berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur atau bed di Rumah Sakit (RS) rujukan yang kini mencapai angka 50,1 persen.

Baca Juga  Mengular Hingga ke Jalan, Antrean Samsat Keliling Bikin Macet Area Gor Padjajaran

Wali Kota Bogor Bima Arya pun menganggap hal ini sebagai persoalan serius. Bahkan pihaknya harus ‘tarik rem’ setelah sempat ada kelonggaran beberapa waktu lalu.

“Padahal sebelumnya sempat 20 persen. Hari ini kena 50 persen. Bahkan di RSUD Kota Bogor sudah mencapai 75 persen. Tadi malam arus pasien padat. Situasi ini serius, rem sekarang harus ditarik. Kalau tidak kita akan menghadapi fase-fase yang jauh lebih berbahaya dari yang sebelumnya,” katanya kepada awak media, Rabu (16/6).

Ia menegaskan Kota Bogor harus ada langkah cepat, diantaranya dengan meminta seluruh RS rujukan Covid untuk menambah jumlah bed perawatan pasien Covid.

“Kami minta data semua RS agar ditambah,” imbuhnya.

Baca Juga  SD di Kota Bogor Curi Start Helat PTM, Dedie Rachim : Kita Teliti Lebih Lanjut

Kedua, kata dia, agar warga mengurangi mobilitas. Jika tidak ada kepentingan terkait tugas dan hal lain, ia mengimbau warga untuk tidak keluar rumah.

“Akhir pekan ini warga Bogor menahan diri untuk tidak berwisata. Luar Bogor juga tahan diri nggak masuk Bogor.

“Ketiga, simulasi pendidikan dan kegiatan tatap muka di lembaga pendidikan yang sudah berjalan, dihentikan dulu sampai waktu yang ditentukan kemudian,” jelas Bima Arya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.