Kota Bogor Siaga Covid-19 Varian India

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) mengaku saat ini tengah mewaspadai penyebaran Covid-19 varian India masuk ke wilayahnya. Hal ini dilakukan menyusul grafik penyebaran virus Corona di Kota Bogor mengalami kenaikan.

Hal itu diungkapkan langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya usai menggelar rapat bersama jajaran Forkopimda dan Satgas Covid-19 Kota Bogor di Balai Kota Bogor, Selasa (15/6).

“Data Covid di Kota Bogor grafiknya naik, ini harus kita waspadai. Dan Gubernur juga menyampaikan ini siaga satu, kemungkinan karena arus mudik, bisa saja varian baru dari India meski kita belum menemukan,” kata Bima Arya kepada wartawan.

“Tapi tidak tertutup itu ada (Covid-19 varian India), hanya belum sempat diteliti saja. Kalau kemungkinan besar ada itu mungkin saja ada, oleh karena itu kita siaga saja,” sambungnya.

Baca Juga  1.800 Pedagang Divaksin, Bima Arya: Sekarang Belanja Lebih Pede

Kemudian, Bima juga mengaku akan memperketat pengawasan di wilayah terkait dengan kegiatan-kegiatan warga. Sebab, ketika pihaknya lakukan pembiaran, warga sudah merasa kondisi saat ini seperti biasa, salah satu contohnya yakni banyak yang melanggar jam operasional diatas jam 9 malam.

“Kita himbau seluruh masyarakat untuk menahan mobilitas. Dan mulai hari ini Forkopimda dan Satgas sepakat untuk melakukan tindakan tegas untuk pelanggar prokes,” ucapnya.

“(kalau pengetatan untuk jam operasional tempat usaha) Belum ada karena dari pusat belum, karena harus kita pastikan juga ekonomi tidak (boleh) terdampak,” lanjut dia.

Tak hanya itu, menurut Bima Arya, pihaknya juga saat ini tengah menjajaki ruang isolasi tambahan selain di BPKP Ciawi.

Baca Juga  Tren Kasus Naik Turun, Bima Arya Waspadai Lonjakan Kasus Covid Dua Minggu Selepas Lebaran

“Ada satu lokasi yang sudah kita siapkan juga sehingga kalau terjadi ledakan bisa dialokasikan kesitu,” imbuhnya.

Dilanjutkan Bima Arya, soal tingkat hunian Rumah Sakit (RS) di Kota Bogor saat ini diatas 49 persen. Di mana, sebelumnya hanya dibawah 20 persen. Untuk mengantisipasi itu, pihaknya meminta agar RS menambah tempat tidur bagi pasien Covid-19.

“Sedikit lagi melewati ambang batas. Tapi, saya sudah perintahkan agar setiap RS menambah tempat tidur, RSUD juga sudah ditambah jadi 100, semuanya sekarang sedang ditambah kapasitasnya untuk mengantisipasi ledakan beberapa hari ke depan,” bebernya.

Sementara, sambung Bima, untuk program vaksinasi akan dilakukan percepatan. Karena, stok vaksin saat ini masih ada namun terbatas.

Baca Juga  Jawab Kontroversi hingga Bahas Jokowi

“Saya juga akan langsung meminta ke Menkes untuk mempercepat penambahan itu. Kamis (rencananya) Presiden Jokowi akan datang ke Stasiun Bogor untuk meninjau pelaksanaan pemberian vaksin kepada pengguna KRL yang beresiko membawa virus dari luar ke Kota Bogor,” tandas Bima Arya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *