Langgar Jam Operasional, Dua Kafe di Kota Bogor Didenda Rp5 juta

by -
Satgas Covid-19 Kota Bogor saat menindak kafe yang melanggar jam operasional di Kota Bogor. (Dok. Prokompim Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Melonjaknya kasus Covid-19 beberapa hari terakhir memaksa Kota Bogor ‘injak rem’, dengan melakukan berbagai pembatasan. Seperti pembatasan jam operasional hingga penerapan Ganjil Genap pada akhir pekan nanti.

Satgas Covid-19 Kota Bogor pun melakukan patroli protokol kesehatan dan jam operasional ke berbagai tempat usaha, seperti restoran, kafe dan tempat hiburan, Kamis (17/6) malam.

Hasilnya, dua kafe dinyatakan melanggar dan dikenakan denda masing-masing Rp5 juta. Yakni See Look Red (SLR) di Jalan Tajur dan True Colours di Jalan Bina Marga.

Hal itu diungkapkan Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Bima Arya. Pihaknya mulai berkeliling sejak Kamis (17/6) pukul 21:00 WIB, patroli memastikan ketaatan terhadap jam operasional.

Baca Juga  Pertanian Jadi Solusi Hadapi Covid-19

“Pengelola kafe atau tempat hiburan yang masih beroperasi di atas jam 9 malam, langsung kami lakukan tindakan sanksi administratif berupa denda. Dendanya sesuai dengan ketentuan antara Rp5 juta sampai Rp10 juta,” katanya, Kamis (17/6) malam.

Meski ada pelanggaran, ia menyebut sebagian besar pengelola usaha sudah mulai mematuhi aturan jam operasional.

Apalagi sejak Kamis (17/6) sore, pihaknya bersama TNI-Polri sudah memberi imbauan kepada masyarakat terkait situasi genting di Kota Bogor serta aturan-aturan yang akan diterapkan.

“Ini pesan untuk seluruh warga Bogor agar betul-betul membatasi kegiatan terutama berkumpul, berkerumun. Kami mengimbau pengelola kafe, restoran agar mematuhi jam operasional,” tukas Bima Arya.

Pengetatan ini, kata dia, terpaksa diambil karena terjadi tren peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bogor, bahkan di Indonesia.

Baca Juga  Dituding Bohong oleh Habib Rizieq, Bima Arya : Yang Disampaikan Nggak Sesuai, Antigen-nya Positif dan Ada Indikasi Covid

Di mana ada lonjakan kasus mencapai 204 orang pada Kamis (17/6) dan masih didalami tracing-nya.

“Sebagian besar itu laporan dari wilayah. Jadi memang indikasi kenaikan secara cepat itu ada. Tingkat keterisian tempat tidur juga naik tajam. Minggu lalu masih di bawah 20 persen, hari ini sudah 60 persen (BOR). Cepat sekali. Jadi ini peringatan bagi semua agar betul-betul mematuhi protokol kesehatan,” jelas wali kota Bogor itu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Penegak Peraturan Daerah Satpol PP Kota Bogor, Asep Setia Permana menuturkan, ada dua kafe yang kedapatan melanggar jam operasional, yakni See Look Red di Jalan Tajur dan True Colours di Jalan Bina Marga.

Baca Juga  Luncurkan Program Baru, Disdik Tampung Anak Putus Sekolah

Sedangkan satu kafe lainnya, yakni Zentrum Cafe hanya mendapat teguran dan pembinaan karena kerumunan yang ada dari karyawan yang masih nongkrong-nongkrong.

“Yang didenda itu dua kafe, denda Rp5 juta sesuai pelanggarannya. Zentrum Cafe bisa membuktikan bill terakhir pukul 21:07 WIB. Jadi nggak kami denda, hanya karyawan yang masih nongkrong diminta bubar dan pembinaan ke manajemen supaya patuh aturan jam operasional,” jelas Asep.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya akan memanggil dua manajemen kafe yang melanggar pada Jumat (18/7). (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.