Pengajuan Izin Hotel di Bogor Mulai Naik, Mal Masih Nihil

by -
ILUSTRASI wilayah Kota Bogor. (Ryn/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Rampungnya revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) disebut-sebut bakal menggenjot potensi investasi yang masuk ke Kota Bogor.

Jumlah investasi pun ditengarai mencapai Rp2,8 triliun pada 2021. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor Firdaus meyakini nilai investasi skala menengah dan besar akan naik setelah penetapan regulasi baru.

Beberapa investor disebut akan kembali mengajukan perizinan yang sebelumnya terkendala penetapan zonasi.

“Karena kan beberapa zonasi beberapa tahun lalu belum bisa mengakomodir investor. Terganjal RTRW yang belum disahkan,” katanya

Meski begitu, hingga saat ini belum ada satu pun investor yang mengajukan pembangunan pusat perbelanjaan baru seperti mal di Kota Bogor.

Baca Juga  SIAPKAN 3 MAKAM DI SETIAP TPU

“Belum ada. Memang belum melihat investor yang mengajukan untuk mal. Zonasi tentu akan mempengaruhi,” kata

Namun, sambung dia, beberapa pengajuan untuk apartemen yang punya nilai investasi besar sudah masuk. Sebagian besar berada di dalam lingkup kawasan Bogor Raya karena sesuai peruntukkannya.

Sedangkan untuk wilayah lain, kata Firdaus, belum ada. Salah satu penyebabnya yakni ekonomi yang belum stabil serta pandemi yang belum surut.

“Sehingga sampai saat ini pengajuan permohonan pembangunan apartemen belum ada,” ujarnya.

Selain itu, rampungnya revisi RTRW membuat dua apartemen di kawasan Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Timur kini tengah mengajukan izin untuk  pembangunan hotel.

Ia menyebut hal itu jadi salah satu investasi dengan skala besar yang akan menggenjot investasi 2021.

Baca Juga  Sepekan Zona Merah, Kota Bogor Kembali Berstatus Zona Oranye

“Sebelumnya proses izinnya terkendala karena revisi RTRW belum ditetapkan. Dalam proses pembangunanya, akan ada alih fungsi yang semula apartemen berubah menjadi hotel. Diperbolehkan sepanjang zonasi komersial,” jelas Firdaus.

Semula konsep pembangunannya merupakan hotel. Namun karena terbentur zonasi, maka pengajuan perizinan untuk membangun hotel tidak diperkenankan. Ketika zonasi sidah berubah, maka investor mengajukan perubahan status.

“Karena zonasinya boleh. Itu juga bisa menggenjot PAD dari sektor jasa dan perhotelan,” tukasnya.

Targetkan Investasi Total Rp2,8 T pada 2021

Di sisi lain, pihaknya menargetkan pada 2021 Kota Bogor bisa mencapai total investasi sebesar Rp2,8 triliun.

Pada 2019, total nilai investasi yang dikomparasikan mencapai Rp2,5 trilun.

Baca Juga  Klaster Keluarga Tinggi, Kota Bogor Gagas Kampung Aman Bencana Covid-19 (ABC) di Tegalgundil

Namun begitu pandemi pada 2020, total nilai investasi dalam satu tahun hanya mencapai Rp1,65 triliun.

“Capaian tahun kemarin memang terjadi penurunan investasi. Tapi tahun ini Insya Allah membaik,” papar Firdaus.

Pada 2020 sektor yang cukup baik menyumbang investasi di Kota Bogor diantaranya pembangunan skala tidak besar. Ada beberapa pembangunan ruko tercatat nilai investasinya cukup bagus bisa dan menopang perkembangan ekonomi di Kota Bogor.

“dengan nilai investasi tahun lalu yang turun drastis berkisar 20 persen, diharapkan tahun ini bisa naik lagi,” tuntas Firdaus. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.