Perangkat Desa Jogjogan Bogor Dapat Santunan Jaminan Kematian BPJamsostek

by -
Dok. BPJS Ketenagakerjaan

METROPOLITAN.id – Melalui kepala desa, BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menyerahkan santunan kematian kepada dua ahli waris perangkat Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang belum lama ini meninggal dunia.

Yakni ahli waris dari Ketua RT, Asep Suwiyanto dan salah satu anggota Linmas, Ujang Sopyan. Masing-masing mendapatkan santunan Jaminan Kematian (JKm) BPJS Ketenagakerjaan

Kedua almarhum masing-masing mendapat bayaran klaim sebesar Rp42 juta. Dengan rincian santunan kematian Rp20 juta, biaya pemakaman Rp10 juta dan santunan berkala Rp12 juta.

Kepala Desa Jogjogan H. Enjang Ruslan Purnama mengucapkan terimakasih kepada BPJamsostek yang sudah memberikan hak-hak atas menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, yaitu manfaat santunan Jaminan Kematian kepada ahli waris.

Santunan klaim tersebut sangat bermanfaat dan sudah diterima dengan suka cita oleh keluarga atau ahli warisnya untuk melanjutkan kehidupan sehari-harinya setelah pencari nafkah utama meninggalkan keluarga.

Baca Juga  Ratusan Warga Rawapanjang Terima Bantuan Covid-19 dari Provinsi Jabar

“Atas kepesertaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, di desa kami semua perangkat desa dan kelembagaan Desa Jogjogjan sudah kami daftarkan di BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan budaya melindungi yang harus dilaksanakan di setiap desa,” katanya, Sabtu (12/6).

“Insya Allah kedepan yang belum didaftarkan
adalah para guru ngaji yang mendapatkan insentif dari pemerintah daerah, kurang lebih 65 orang, akan didaftarkan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bogor Kota Mias Muchtar turut menyerahkan penghargaan kepada Kepala Desa Jogjogan H. Enjang Ruslan Purnama atas peran aktif dan kepeduliannya terhadap perlindungan pegawai perangkat desa diwilayahnya dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Mias menjelaskan, hal ini bukti negara hadir untuk memberikan perlindungan bagi pekerja formal ataupun informal. Bentuk kepedulian perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kabupaten Bogor berdasarkan amanah undang -undang, negara hadir ditengah-tengah masyarakat salah satunya di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Pria di Bogor Disekap, Disiksa hingga Ditembaki, Polisi Buru Pelaku

BPJamsostek memberikan perlindungan
atau budaya melindungi di Jawa Barat, terwujud kepada tenaga kerja atau pelaku usaha, linmas, perangkat desa di Jogjogan
Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

BPJamsostek Bogor Kota turut berduka mendalam terhadap musibah yang terjadi menimpa tenaga kerja peserta BPJamsostek dengan resiko meninggal.

“Sehingga manfaat program yang dititipkan ke BPJamsostek, kita sampaikan amanah ini kepada ahli waris yang pada saat ini mengalami resiko meninggal, di mana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan memberikan manfaat perlindungan sebesar Rp42 juta untuk resiko meninggal bukan karena kecelakaan kerja,” ujarnya.

Pihaknya tengah menggencarkan hal ini baik di kota maupun Kabupaten Bogor, memberikan perlindungan kepada pelaku usaha-usaha yang rentan. Baik UMKM, petani, nelayan, pekerja kebun, ojol dan pedagang, yang harus mendapatkan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Baca Juga  Plt Bupati Bogor Takziah ke Ridwan Kamil, Doakan Keluarga Diberi Ketabahan

Ia menambahkan, BPJamsostek memberikan kemudahan melakukan pendaftaran dan pembayaran bisa melakukan dengan aplikasi  BPJSTku mobile, gerai gerai lembaga keuangan perbankan, termasuk aplikasi Grab yang bisa membayar iuran BPJamsostek.

Dengan sistem digitalisasi jaringan komunikasi dan telekomunikasi, kata Miss, sangat membantu sehingga teman-teman pekerja informal di desa-desa dapat terlindungi,

“Semoga Kota Bogor khususnya dan Kabupaten Bogor dan Jawa Barat, budaya melindungi masyarakat pekerja terwujud,” pungkas Mias. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *