Petani Bogor Binaan IPB Mampu Ekspor Tanaman Hias

by -

METROPOLITAN – Di tengah pandemi, petani bi­naan Institut Pertanian Bogor (IPB) University justru bisa mengekspor tanaman hias dari Bogor. Hal itu terungkap saat Menteri Koperasi, Usa­ha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Mas­duki, mengunjungi kebun IPB University di Sukamantri, belum lama ini.

Kegiatan ini sekaligus temu wicara dengan para petani tanaman hias yang tergabung dalam Paguyuban Petani Ta­naman Hias Sukamantri bi­naan Fakultas Pertanian IPB.

Kebun percobaan Suka­mantri sendiri merupakan salah satu teaching industry IPB, kolaborasi antara IPB University, Kemenkop UKM dengan Bank BNI dalam membangun ekosistem in­dustri yang kuat.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria, mengatakan, dengan lahan seluas 39,9 hektare ini kebun IPB di Sukamantri ada­lah tempat untuk kegiatan penelitian, magang, pembe­lajaran petani sekaligus seba­gai wisata dan bisnis.

Baca Juga  Sehari, Dua Laboratorium IPB Siap Terima 120 Spesimen Covid-19

”Ada 202 petani tanaman hias yang kita bina. Sebagian mereka sudah menjadi ekspor­tir. Bahkan, tanaman ekspor mereka ada yang satu pot harganya bisa sampai Rp70 juta. IPB University akan te­rus bekerja sama dengan petani, karena visi kita agar IPB University bisa membe­rikan nilai tambah di mana pun,” katanya.

Menurutnya, kelembagaan dan sumber daya manusia merupakan aspek penting dalam kemajuan pertanian. IPB University juga ingin ha­dir untuk terus menyeman­gati petani agar mereka op­timis bergerak di sektor ini. ”Di masa pandemi ini, pe­tani mitra IPB University justru bisa mengekspor produknya,” ujarnya.

Hal ini patut disyukuri ba­hwa petani memberikan andil sebagai sumber per­tumbuhan ekonomi dari desa. Ke depan pihaknya ingin perkuat dengan hadir­nya koperasi yang unggul dan modern serta menjadi inspi­rasi bagi petani yang lain.

Baca Juga  Gandeng Pemkab Sinjai, IPB Kembangkan Sekolah Peternakan Rakyat

Sementara itu, Menkop UKM, Teten Masduki, menu­turkan, koperasi merupakan model bisnis yang tepat bagi sektor pertanian. Sehingga ke depan petani tak lagi orang per orang, namun sudah di­konsolidasi menjadi satu dalam kelembagaan.

”Kami melihat di banyak negara, baik itu di Eropa, Amerika, Australia, bahwa di sektor pertanian, koperasi jadi bisnis model mereka. Karena petani kalau berhada­pan langsung dengan market secara sendiri-sendiri itu berat. Karena itu perlu kon­solidasi, bergabung dalam koperasi sehingga bisa masuk ke skala ekonomi,” tuturnya.

Saat ini Kebun IPB Univer­sity di Sukamantri ini men­jadi sentra tanaman hias daun terbesar di Indonesia. Ke depan, Sukamantri juga di­targetkan menjadi pusat ta­naman hias daun nomor satu di Asia Tenggara. Se­hingga KemenkopUKM me­nyambut baik kolaborasi dengan IPB dan BNI. ”Tana­man hias daun ini saya kira bisa menjadi trendsetter. Kita kuasai dunia dengan tanaman hias Indonesia,” tuntas Teten. (ryn/yok/py)

Baca Juga  Gelar Diskusi Pertanian, Alumni IPB Undang Capres

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *