Pinjol Ilegal cuma Bikin Rugi

by -

METROPOLITAN – Peru­sahaan yang menyediakan pinjaman online (pinjol) atau teknologi finansial (tekfin) secara ilegal masih beredar di masyarakat hingga kini. Kemudahan teknologi dan memanfaatkan kesempatan kondisi ekonomi masyarakat yang sulit menjadi strategi pinjol ilegal mendapatkan mangsanya.

Ketua Satgas Waspada In­vestasi Tongam L Tobing kem­bali menyebut pinjol ilegal memang memiliki kemudahan akses sehingga dana akan cair lebih cepat. Namun, pinjol ilegal juga akan membuat hidup menjadi lebih sulit. Sebab, perusahaan tersebut tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Cirinya (pinjol ilegal, red) tidak terdaftar di OJK. Kemu­dian mudah meminjam hanya modal KTP dan foto diri bisa meminjam dan mereka sela­lu meminta kita mengizinkan data dari kontak hp diakses. Kekuatan dari pinjol ilegal adalah data di hp,” ujarnya dalam webinar, Selasa (22/6).

Baca Juga  LENOVO A7700 RAMAIKAN SITUS BELANJA

Tongam melanjutkan, me­skipun dari segi persyaratan sangat mudah yaitu hanya menggunakan kartu identitas KTP dan foto diri, besaran dana yang diperoleh dan ke­wajiban pelunasan sangat tidak manusiawi. Dana yang diberikan cenderung lebih kecil daripada dana yang di­ajukan. Selain itu, jika tidak dapat membayar maka nasa­bah akan diteror dan diper­malukan nama baiknya.

“Pinjam Rp1 juta hanya di­berikan Rp600 ribu. Bunganya dijanjikan 0,5 persen per hari jadi 2,5 persen per hari, jangka waktunya dijanjikan sepuluh hari jadi tujuh hari. Kemudian kalau sudah ter­lambat, ada penagihan diteror,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyebut hingga kini banyak masyarakat yang belum mengetahui mana pinjol ile­gal dan yang legal. Namun, ada juga masyarakat yang sudah mengetahui pinjol ile­gal tetap saja bersedia terjerat karena adanya kebutuhan ekonomi.

Baca Juga  Huawei Rilis Honor 9X Mulai 30 Juli

“Sudah tahu ilegal tapi ka­rena terpaksa keterpurukan ekonomi, bukan masalah pinjol lagi tapi berkaitan dengan kondisi ekonomi dan perlu respons dari sisi per­ekonomian,” ucapnya.

Selain itu, budaya masyara­kat dengan istilah gali lubang tutup lubang menjadi faktor incaran pinjol ilegal masih saja bergentayangan meng­goda masyarakat yang mem­butuhkan dana.

“Masyarakat kita meminjam uang untuk membayar utang lama. Kita lihat contohnya guru di Semarang 114 pinjol dan ada masyarakat yang sampai 141, jadi perlu etika masyarakat jangan meminjam untuk menutup pinjaman lama,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Satgas Waspada Investasi mencatat, terdapat 3.193 pinjol ilegal yang sudah diblokir. Tera­nyar pada periode Januari— Juni 2021 ada 447 pinjol ilegal yang diblokir dengan media yang digunakan bervariasi dari media sosial hingga web­site. Padahal, baru ada 125 pinjol yang terdaftar di OJK dengan jumlah nasabah se­kitar 60 juta rekening, dengan jumlah dana komulatif yang disalurkan mencapai Rp190 triliun. (jp/feb/run)

Baca Juga  Ini Dia Salon Sepatu di Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published.