Si Istri Dijadikan ‘Intel’

by -

METROPOLITAN – Dalam kasus pencurian ruko di kawasan Jalan Pengadilan, Kota Bogor, yang di­ungkap Satreskrim Polresta Bogor, Senin (14/6), komplotan maling rupanya digawangi pasangan suami istri.

Dari lima orang yang diciduk polisi, satu orang sang suami, W, merupakan pelaku yang melakukan eksekusi pencurian dalam ruko. Sedangkan sang istri, F, berperan penting dalam menentukan ruko mana yang bisa disatroni.

“Peran tersangka perempuan dari TKP curat (pen­curian dengan pemberatan, red) ruko di Jalan Pengadilan Kota Bogor itu sebagai orang yang meng­gambar situasi lokasi,” terang Kasat Reskrim Pol­resta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto, kepada Metropolitan, Senin (14/5).

Sang istri juga berperan menentukan toko mana yang menjadi sasaran pencurian. Dari TKP pencurian di Toko Aneka Makmur Teknik, sebetulnya ada dua toko yang sudah diincar. Namun hanya satu toko yang digasak.

Baca Juga  Intel Akuisisi Mobileye, Kembangkan Teknologi Mobil Tanpa Sopir

Untuk ‘memudahkan’ aksi menggambar situasi, si istri rupanya sehari-hari bekerja sebagai tukang sapu di kawa­san tersebut. Hal itu memu­dahkan F untuk melihat si­tuasi dan kondisi toko yang diincar layaknya ‘intel’.

“Sehari-hari bekerja sebagai tukang sapu, tapi bukan yang dipekerjakan pemerintah. Dari situ dia bisa tahu kon­disi toko incarannya. Masuk lewat mana dan lainnya, se­hingga memudahkan rekan­nya yang mau eksekusi,” jelas Dhoni.

Modusnya, mereka masuk saat toko tengah kosong pada dini hari. Dari barang curian yang didapatkan, digunakan untuk membeli keperluan pribadi. “Ada yang buat beli ponsel. Yang perempuan di­belikan perhiasan. Modusnya, congkel atap pada malam hari. Setelah diyakinkan si­tuasinya kondisi ruko sasaran tersangka perempuan itu,” terangnya.

Baca Juga  Apple Gandeng Intel & Qualcomm

Satuan Reserse Kriminal (Sa­treskrim) Polresta Bogor mem­bekuk komplotan pencuri spesialis ruko di Kota Bogor. Hal itu terungkap setelah ada­nya laporan ruko di kawasan Jalan Pengadilan, Kecamatan Bogor Tengah, yang kehilangan barang elektronik serta brankas yang dijebol.

“Awalnya si pegawai menge­cek toko dari CCTV online dari ponselnya, ternyata error. Pas dicek keesokan harinya masih error. Jumat (14/5) ke­pala toko dan karyawan datang ke ruko dan nggak curiga ka­rena masih terkunci dan pintu masih digembok,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kom­bes Pol Susatyo Purnomo Condro, Senin (14/6).

Namun saat masuk toko, sambung dia, kondisinya su­dah berantakan dengan be­berapa barang elektronik hilang. Dua brankas sudah dirusak dan dibobol. Rupanya komplotan maling itu masuk dengan modus tidak biasa, yakni lewat atap. Dengan cara menjebol atap toko dan naik ke atas dengan meman­jat dinding tembok di samping toko.

Baca Juga  Inilah Cara Intel Korut Beroperasi di Indonesia

“Yang kami tangkap kom­plotan ini ada lima tersangka. Yakni W sebagai pelaku, F yang merupakan istri W, yang ber­peran sebagai pemantau si­tuasi toko serta ES, EW dan HJ sebagai penadah,” jelas Susatyo. Akibatnya, pemilik Toko Aneka Makmur Teknik itu mengalami kerugian se­kitar Rp50,4 juta. Sejauh ini motif pelaku hanya ingin mendapatkan uang dan ba­rang-barang yng mudah di­jual, sehingga mendapatkan uang. (ryn/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *