SMAN 2 Cibinong Sediakan Kuota 429 Kursi di PPDB Tahun Ini

by -
Kepala SMAN 2 Cibinong Elis Nurhayati

METROPOLITAN.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 sudah mulai sejak (7/6) kemarin. Namun, rupanya ada perbedaan dalam PPBD tahum ini dari tahun sebelumnya, salah satunya jika calon siswa yang menggunakan SKTM tidak terisi secara otomatis akan masuk jalur prestasi.

“Yang membedakan kalau tahun 2020 apabila ada ketika ada kuota apirmasi tidak terpenuhi secara otomatis larinya zonasi. Sedangkan untuk sekarang jika SKTM tak terisi masuk ke jalur prestasi karena zonasi sudah cukup besar sekitar 50 persen,” ujar Kepala Sekolah SMAN 2 Cibinong Elis Nurhayati, Selasa (8/6).

Ia menjelaskan, jika pada waktu tahun lalu mengacu pada pergup 31 tahun 2020 dan sekarang sedikit perubahan yakni pergub nomor 29 tahun 2021.

“Jadi tahun ini ada perubahan menggembirakan, anak berprestasi punya peluang besar, apabila tidak terisi di jalur apirmasi bisa ke jalur prestasi,” paparnya.

Baca Juga  Bogor Challenge 11K 2022 Siap Digelar Minggu Ini, Dorong Pemulihan Ekonomi Lewat Ribuan Peserta

Elis mengaku, untuk total kuotanya sekitar 429 orang dibagi tiga tahapan yakni Zonasi 215, Apirmasi 86 dan jalur prestasi 107 orang.

“Tidak banyak perbedaan, karena semua menggunakan proses daring, hanya yang signifikan apabila kuota apirmasi tidak terisi akan dialihkan ke japres itu saja,” tuturnya

Selain itu, untuk keluarga tenaga kesehatan mendapat proritas, dan itu berlaku semua bagian yang bertugas dirumah sakit yang ditunjuk sebagai penanganan covid-19.

“Lumayan banyak sekitar 21 orang, tidak berlaku anak dokter saja tapi anak supir ambulance pun bisa yang memang bertugas di garda terdepan,” kata Elis.

Ketika ditanyai soal kendala dalam pemberian berkas, Elis menambahkan tidak ada masalah karena sistem PPDB jabar terus berbenah, hanya tinggal koordinasi dengan operator SMP tentang pembagian acount ke setiap murid.

Baca Juga  Sidang Kasus Ade Yasin, Saksi KPK Sebut Dinas PUPR Bogor Jadi Sasaran Peras Oknum BPK

“Memang jaringan bisa menjadi kendala, tapi itu bisa diatas dengan koordinasi operator ke murid untuk mendapatkan acount dan mereka harus sigap, karena anak-anak sangat butuh acount itu,” ungkapnya. (mam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *