Tahun Ini 75 Bus Konversi Angkot Mengaspal di Kota Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Sebanyak 75 unit bus dari program konversi angkutan umum atau angkot bakal mengaspal di Kota Bogor pada tahun ini. Kendaraan yang masih berkaitan dengan program rerouting itu diklaim untuk mengantisipasi kemacetan yang biasa terjadi di seputaran Istana Bogor.

Untuk diketahui, berbagai langkah telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menangani persoalan kemacetan di Kota Bogor, seperti halnnya program SSA di seputaran Istana Bogor.

Namun hal itu tidak berdampak pada kemacaten di Kota Bogor, bahkan semenjak penerapan SSA di seputaran Istana Bogor titik kemacetan di Kota Bogor kian bertambah.

Contoh titik kemacetan di SSA terjadi di Jembatan Otto Iskandar Dinata, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah.

Baca Juga  Walikota Gagas Pusat Kuliner Baru di Jalan Pajajaran-Sukasari

Selain itu, persoalan kemacetan sendiri merupakan prioritas utama Pemkot Bogor dari enam skala prioritas yang ada.

Atas persoalan itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto memastikan program konversi angkot terus berlanjut.

“Kita akan mulai beroperasi 75 bus di beberapa koridor untuk menggantikan sekitar 200 angkot,” katanya kepada wartawan.

Hal senada diungkapkan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Menurutnya, program konversi angkot ini akan berjalan setelah bus Buy The Service (BTS) tersedia.

“Nanti setelah bus BTS tersedia.
November perkiraannya. (sekarang) Baru masuk proses lelang di Pusat,” tandasnya.

Sebelumnya, program re­duksi angkutan perkotaan (angkot) masih jadi prioritas Pemkot Bogor. Sudah ada 120 angkot yang sengaja dihancur­kan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

Baca Juga  Kejar Target Vaksin 7.000 Sasaran Per Hari, Mal di Kota Bogor Jadi Tempat Vaksinasi

Kasi Angkutan Dalam Trayek Dis­hub Kota Bogor, Mochamad Yaffies mengatakan, jumlah tersebut me­leset dari target semula yang dite­tapkan, yakni sebanyak 636 unit angkot yang usianya sudah menyentuh 20 tahun.

Meski begitu, program reduksi angkot akan terus digeber tahun ini. “Alhamdulillah, program re­duksi angkot berhasil mere­duksi 120 kendaraan dari berbagai trayek dan tahun ini akan terus kita lakukan,” katanya kepada Metropolitan, Rabu (27/1). ­

Tidak hanya melanjutkan program reduksi angkot, Yaffies juga mengungkapkan kalau program rerouting dan pener­tiban trayek akan dijalankan mulai tahun ini. Hal itu lantaran adanya program Buy The Ser­vice (BTS) yang digulirkan Pe­merintah Pusat dan Kota Bogor yang rencananya kecipratan Rp81 miliar.

Baca Juga  Covid Kota Bogor Meroket, Bima Arya : Tidak Ada Lagi Aktifitas Diatas Jam 9 Malam

“Jadi, sejauh ini kan trayek yang masih berlaku itu yang berdasarkan SK Wali Kota 2013. Nah, kita akan mu­lai menerapkan trayek sesuai SK Wali Kota 2018,” jelasnya.

Terkait angkot yang direduk­si, Yaffies menjabarkan bahwa trayek 02 Sukasari–Bubulak sebanyak 52 kendaraan, trayek 03 Baranangsiang-Bubulak 44 kendaraan, trayek 07 Merdeka– Ciparigi 20 kendaraan dan trayek 21 Ciawi – Baranangsiang sebanyak 2 kendaraan.

Sementara itu, saat ini jumlah angkot di Kota Bogor sebanyak 3.332 unit. Sedang­kan untuk trayek 02 ada 563 angkutan, trayek 03 ada 382 angkutan, trayek 09 ada 141 angkutan dan trayek 21 ada 170 angkutan. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *