Tok! Disdik Tiadakan PTM Kota Bogor pada Juli Nanti

by -
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi. (Ryn/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor resmi meniadakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli nanti. Hal ini dilakukan menyusul kasus penyebaran Covid-19, khususnya di lingkungan pendidikan di Kota Bogor terus terjadi.

Hal itu diungkapkan langsung Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi. “(iya) PTM diberhentikan,” kata Hanafi kepada Metropolitan.id, Kamis (17/6).

Untuk diketahui, klaster pendidikan di Kota Bogor kembali bertambah. Setelah muncul klaster Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Bogor Selatan, kali ini belasan siswa Bintang Pelajar Islamic Boarding School (BP-IBS) Kota Bogor yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Total, ada 16 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di BP-IBS Kota Bogor. Sementara, mereka yang positif saat ini seluruhnya melakukan isolasi mandiri (Isoman) di kediaman masing-masing.

Baca Juga  Pemerintah Diminta Pertimbangkan PTM

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan bahwa lembaga pendidikan tersebut memang sudah melakukan pembelajaran tatap muka selepas Lebaran.

Saat itu para pelajar datang ke sekolah pada 28, 29 dan 30 Mei, dengan membawa hasil antigen negatif.

Lalu diverifikasi dengan pemeriksaan GeNose dengan hasil pemeriksaan semua siswa dinyatakan negatif.

“Diketahui awalnya dua siswa positif karena sudah ada Satgas di Bintang Pelajar, dia dilakukan swab. Sebenarnya mereka sudah membawa swab antigen negatif pada saat pebelajaran. Kemudian diketahui ada dua yang positif,” tandasnya.

Namun setelah enam hari di asrama, muncul beberapa siswi yang mengalami keluhan demam, flu ringan dan batuk.

Baca Juga  Muncul Klaster Ponpes di Kota Bogor, Nasib PTM Bagaimana?

Setelah itu muncul satu orang siswi yang terpapar. Selang satu hari kemudian, bertambah satu siswi dan satu siswi lagi pada hari berikutnya. Total ada enam siswi yang mengalami keluhan.

Ia menjelaskan, rata-rata gejala awal yang dirasakan yakni demam, sakit tenggorokan, flu dan batuk. Siswi yang mengalami keluhan tersebut langsung dibawa ke Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan oleh tim perawat sekolah dan dilaporkan ke dokter.

Setelah dilakukan perawatan dan diberi obat, sekolah mengambil tindakan untuk segera melakukan GeNose dan hasilnya negatif.

“Kemudian dipulangkan, diambil orang tuanya msing-masing. Melaporkan dari orang tua masing-masing melakukan PCR sendiri-sendiri. Jadi telaporkan, bertambah lagi 9 orang saat itu,” tukas Retno.

Baca Juga  Sempat Ditutup, Sekolah di Bogor Kembali Gelar PTM

Untuk kepentingan tracing, Puskesmas Kedungbadak melakukan swab PCR terhadap 48 orang pada Jumat (11/6). Yakni tujuh orang siswa, 15 orang guru dan 26 musyrifah serta pengurus.

“Alhamdulillah, hasilnya semua negatif kecuali satu orang office girl,” katanya.

Hingga Rabu (16/6), terdapat 16 kasus positif dan seluruhnya berada di rumah masing-masing pelajar.

“Rinciannya, 15 orang peserta didik akhwat dan satu orang office girl yang masing-masing berada di kampus akhwat dinyatakan positif,” tukasnya. (rez)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.