Vaksin Gotong Royong dan Vaksin Pemerintah Berbeda, Ini Penjelasannya

by -

METROPOLITAN.id – Selain vaksin Covid-19 yang diberikan secara gratis oleh pemerintah, ada Vaksin Gotong Royong yang diusulkan dari dunia usaha melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk membantu program pemerintah dalam percepatan vaksinasi. Namun, ada perbedaan antara vaksin pemerintah dengan Vaksin Gotong Royong.

Vaksinasi program pemerintah dan vaksinasi Gotong Royong pada prinsipnya sama, yakni tidak membebankan biaya pada target sasaran. Hanya saja, sumber pembiayaan pengadaan vaksin ini berbeda.

Vaksin Gotong Royong bersumber dari pendanaan mandiri perusahaan yang ingin melakukan vaksinasi gratis kepada karyawannya.

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, vaksinasi Gotong Royong sumber biayanya berasal dari perusahaan atau badan usaha. Sehingga, tidak boleh ada beban pembiayaan kepada penerima vaksin atau karyawan.

“Tujuan vaksinasi Gotong Royong imi untuk memperbanyak dan mempercepat cakupan vaksinasi Covid-19 ini,” ujar dr. Nadia dalam Dialog Produktif bertajuk Siap Jaga Indonesia dengan Vaksin Gotong Royong yang diselenggarakan KPCPEN, Kamis (17/6).

Baca Juga  Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia, Bupati Bogor Minta Warga Tak Menghindar

Untuk itu, perlu adanya pelurusan pemahaman mengenai Permenkes No. 18 Tahun 2021, yang menambahkan aturan mengenai penggunaan merek vaksin Gotong Royong dan vaksin program pemerintah.

Vaksin yang digunakan pada program vaksinasi pemerintah dan vaksin Gotong Royong tidak boleh sama jenis dan mereknya. Vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavac, dan Pfizer tidak digunakan untuk program gotong royong.

“Namun pada Permenkes tersebut dijelaskan vaksin yang didapatkan dari hibah dengan merek yang sama dengan program gotong royong, bisa digunakan untuk vaksinasi program pemerintah,” terangnya.

dr. Nadia mencontohkan vaksin Sinopharm sebanyak 500 ribu dosis yang berasal dari hibah Negara Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu. Meski vaksin Sinopharm digunakan untuk gotong royong, tapi karena berasal dari hibah, maka vaksin tersebut dapat diperuntukan bagi vaksin program pemerintah nantinya.

Baca Juga  Di Bogor, Warga Dapat Vaksin sembari 'Cuci Mata' di Sentra Ikan Hias

“Nanti yang akan digunakan untuk program gotong royong adalah Sinopharm dan Cansino. Hal ini tidak akan saling mengganggu stok vaksin untuk masing-masing program,” jelas dr. Nadia.

Menurutnya, Vaksin Gotong Royong sangat bermanfaat bagi anggota Kadin. Partisipasi anggota Kadi ini akan memperluas cakupan vaksinasi bagi tenaga kerja Indonesia, sehingga ]ppara pekerja bisa kembali berproduksi.

“Memang apa yang diupayakan Kadin dan pengusaha Indonesia untuk memvaksinasi tenaga kerja Indonesia ini merupakan pelengkap demi mempercepat cakupan herd immunity. Selain itu, kebijakan pemerintah dalam hal ini Permenkes No. 18 tahun 2021, dinilai tepat demi menghindari politisasi vaksin Gotong Royong dan vaksin program pemerintah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Chairman of the Indonesia Health Economic Association Prof. dr. Hasbullah Thabrany menambahkan.

Baca Juga  Siswa Belum Vaksin Dilarang Ikut PTM

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan, tantangan utama saat ini untuk vaksin Gotong Royong adalah memenuhi permintaan dari 28 ribu perusahaan yang sudah mendaftar melalui Kadin.

Arahan pemerintah saat ini adalah mengalokasikan vaksin gelombang pertama untuk sektor manufaktur di daerah Jabodetabek.

Kadin juga mengimbau perusahaan yang sudah mendaftar agar bersabar, karena suplai vaksin untuk program vaksinasi Gotong Royong ini datang secara bertahap. Bio Farma sendiri memiliki komitmen sekitar 15 juta dosis vaksin Sinopharm untuk menyukseskan program ini.

“Selain itu, masyarakat dan perusahaan perlu tahu bahwa program vaksin Gotong Royong ini tidak wajib. Semua masyarakat bisa mendapatkan vaksin gratis dari pemerintah, sehingga apabila tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti vaksin Gotong Royong, sangat dianjurkan untuk mengikuti vaksinasi program pemerintah,” tandasnya. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *