Vaksinasi RI Dipuji WHO

by -
Presiden Joko Widodo saat meninjau vaksinasi di Kota Bogor, Jumat (19/3). (Dok. Prokompim Kota Bogor)

METROPOLITAN – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memuji langkah Pemerintah Indonesia dalam melaks­anakan program vaksinasi virus corona (Covid-19) na­sional. Pasalnya, Indonesia dinilai bisa meng­genjot angka cakupan vaksinasi yang begitu masif. Hingga Selasa (8/6) sudah 18,2 juta orang divaksinasi.

Immunization Officer WHO Indonesia dr Olivi Silalahi mengatakan, Indonesia men­jadi salah satu negara dengan program vaksinasi tersukses. Indonesia juga berhasil menunjukkan langkah tegas­nya dengan mempercepat dan memaksimalkan program vaksinasi nasional sebagai upaya mengakhiri pandemi Covid-19 di dalam negeri.

“Urutan kedua negara yang terbanyak penduduknya yang sudah mendapat vaksinasi Covid-19 di Asia. Untuk ne­gara yang belum bisa mem­produksi vaksin sendiri, In­donesia sudah termasuk advance dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19. Tantan­gannya menjangkau kelompok-kelompok rentan,” kata Olivi dalam Dialog Produktif KPC­PEN dan FMB9 yang dilaks­anakan daring pada Selasa (8/6) siang.

Baca Juga  Tinjau Puskesmas di Bogor, Jokowi Pastikan Vaksinasi Corona Dimulai Akhir Tahun

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Mikrobiologi Kli­nik Universitas Indonesia Pratiwi Pudjilestari Sudar­mono mengatakan, kendala yang dihadapi di lapangan terjadi karena soal penyam­paian informasi. Menurutnya, kelompok masyarakat de­mikian lebih sering menerima efek samping vaksin yang dianggap menakutkan.

“Untuk itu kita bisa berikan penerangan. Bagaimana vak­sin bekerja, bagaimana vaksin efektif menghambar infeksi terjadi dan juga mencegah transmisi terjadi dan akhirnya mengurangi jumlah pasien,” katanya.

Selain soal komunikasi, sukses program gerakan vaksi­nasi nasional juga bergantung pada ketersediaan dan dist­ribusi vaksin. Sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama untuk memenuhi target 1 juta vaksi­nasi per hari.

Kepala Divisi Ritel dan Pe­layanan Bio Farma dr Mahsum Muhammadi mengatakan, kendalanya sejauh ini adalah pasokan vaksin. Kekurangan diperoleh tentunya impor yang sudah jadi dari Astrazeneca, juga tambahan dari program Gotong Royong dari Sinop­harm.

Baca Juga  Pasca Dikeluarkan dari Wilayah Aglomerasi, Ade Yasin Buka-bukaan soal Capain Vaksinasi di Kabupaten Bogor

Saat ini, Indonesia telah mendapat pasokan 11,7 juta vaksin tambahan untuk vaksi­nasi tahap kedua. Menurut Kementerian Kesehatan, pe­merintah tahun ini menar­getkan pengamanan 340,5 juta dosis vaksin dari lima merek, yakni Sinovac (125,5 juta), AstraZeneca (59 juta), Covax (54 juta), Novavax (52 juta), dan Pfizer (50 juta).

Sampai kuartal I-2022, diha­rapkan ada tambahan 86,3 juta dosis vaksin dari kelima produsen tersebut. Dengan demikian, pada periode terse­but diharapkan terkumpul 426,8 juta dosis vaksin untuk diberi­kan kepada 260 juta penduduk Indonesia. (jp/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.